in

Ramadhan 2019, BI Prediksi Inflasi di 0,51%

Inflasi Ramadhan

Hasil survei pemantauan harga-harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada Ramadhan 2019, tepatnya bulan Mei terpantau terkendali. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa diperkirkan inflasi Mei akan berada di level 0,51% month to month (mom).

“Kami perkirakan di bulan Mei inflasi 0,51%. Secara year on year 3,14%,” jelasnya dikutip dari detik.finance.com, saat Konferensi Pers KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), Kementerian Keuangan.

Lebih lajut Perry menjelaskan bahwa presentase tersebut lebih rendah dari data inflasi di bulan Ramadhan sebelumnya. Yaitu tepatnya dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, dimana presentase biasanya berada di kisaran 0,68%. Terlebih dibandingkan dengan bulan lainnya, biasanya inflasi pada bulan Ramadhan cenderung lebih tinggi. Hal ini disebabkan banyaknya kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga membuat harga lebih tinggi dari biasanya. Oleh karena itu Perry menyebut, bahwa inflasi Mei 2019 berada diproyeksi terendah sepanjang sejarah bulan Ramadhan.

“Secara lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir di bulan Ramadhan. Rata-rata 0,68% di Ramadhan 3 tahun terakhir. Insya Allah inflasi tahun ini inflasi akan rendah dalam sejarah,” tambahnya.

Baca Juga  Saham Defensif Pilihan Untuk Perdagangan Hari Ini

Baca juga : Pasti Untung! 5 Bisnis Makanan di Bulan Ramadhan Untuk Anda

Selain itu, masih ada juga sejumlah komoditas yang mengalami deflasi. Menurutnya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan Ramadhan ini di antaranya ialah tarif angkutan udara dan komoditas makanan, seperti cabai merah dan bawang putih.

Kenaikan itupun masih diimbangi oleh beberapa komoditas harga yang mengalami penurunan harga, seperti beras dan bawang merah. Oleh karena itu, berdasarkan rendahnya inflasi bulan Ramadhan kali ini diperkirakan inflasi tahunan di 2019 akan lebih rendah. BI perkirakan inflasi tahun ini mengarah ke level 3,2%.

Perry mengatakan, BI bersama pemerintah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus berkoordinasi untuk mengendalikan harga di pasar saat Ramadhan.

“Kami, BI, pemerintah dan pemda melalui tim pengendali inflasi diseluruh kantor kami melakukan koordinasi erat agar memastikan harga-harga di bulan Ramadhan terkendali. Insya Allah inflasi akan lebih rendah dr 3,5 persen, akan mengarah ke 3,2 persen di akhir tahun,” tutup Perry.

Baca Juga  Efek P2P Lending untuk Ekonomi Indonesia

Baca juga : Aksi 22 Mei, Perekonomian Ibu Kota Alami Kekacauan

Tinggalkan Balasan

9 Pertaunyaan untuk yang ingin Buka bisnis baru

Ingin Buka Bisnis Baru? Jawab Dulu 9 Pertanyaan Ini!

5 Hal yang harus diperhatikan sebelum Investasi Mata uang asing

Pasca Aksi 22 Mei, Rupiah Kembali Melesat 0,28%