in

Benarkah Dana Haji Dimanfaatkan Untuk Perbaikan Jalan Tol?

Dana Haji Ke Mana Larinya?

Saat ini masyarakat tengah dibuat bingung dan penasaran mengapa pemerintah bisa menambahkan kuota haji sebanyak 10.000 jamaah. Bahkan, pemerintah menyatakan akan mencari solusi mengenai biaya tambahan kuota jamaah. Terang saja tambahan haji tersebut memicu polemik baru terkait penggunaan dana haji selama ini. Lantas, benarkah tudingan masyarakat bahwa dana haji selama ini dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol?

Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan bahwa selama ini tidak ada sepeserpun dana haji yang dialokasikan secara langsung guna memfasilitasi infrastruktur mapun bentuk proyek lainnya.

Baca juga: KPK Meminta BUMN untuk Lebih Waspada pada China

Lalu, ke mana larinya dana haji?

Dilansir dari detikFinancial, Anggito menjelaskan, “Yang dimaksud pemerintah mencarikan dana untuk tambahan kuota adalah dana selisih ongkos haji. Sebab ongkos riil seorang Jemaah haji adalah Rp 62-72 juta, sedangkan yang dibayar langsung oleh jemaah Rp 35 juta,”

Anggito menjelaskan bahwa rincian biaya riil naik haji tahun 2019 adalah 25 juta untuk setoran awal. Kemudian, setoran itu akan mengendap selama waiting list. Setoran awal tersebut selanjutnya masuk ke deposito sesuai dengan rencana strategis Badan Pelaksana BPKH. Beberapa dana manfaat yang didapat calon jamaah tersebut merupakan hasil dari pengelolaan BPKH.

Baca Juga  Pekerjaan Di Rumah Dengan Gaji Fantastis

Yang dimaksud dengan pengelolaan BPKH adalah prioritas investasi sebesar 50% dari dana tabungan haji ditujukan ke surat berharga syariah negara dan korporasi. Pihaknya juga memprioritaskan investasi di Arab Saudi keterkaitan dengan peningkatan pelayanan haji dan efisiensi. Contohnya: pengadaan pemondokan haji, usaha katering dengan cita rasa Indonesia, transportasi angkutan bus, dan juga perhotelan di Arab Saudi.

“Jadi belum ada investasi dilakukan secara langsung untuk infrastruktur (di dalam negeri) maupun proyek, belum ada,” tegas Anggito.

Untuk kenyamanan calon jamaah, pihak BPKH juga sudah membuat account virtual. Hal ini ditujukan agar setiap jamaah bisa melihat dan memantau perkembangan tabungan ongkos haji yang telah disetorkan. Namun, tabungan dan nilai manfaat yang dihasilkan tidak bisa dicairkan di tengah jalan kecuali adanya pengunduran diri sebagai calon jemaah haji.

Baca juga: Ingin Buka Bisnis Baru? Jawab Dulu 9 Pertanyaan Ini!

Sebenarnya, berapa ongkos naik haji?

Anggito juga menambahkan bahwa ongkos naik haji ini berbeda-beda tergantung pada daerah asal calon jamaah. Aceh merupakan daerah yang paling murah, sekitar Rp 62 juta, karena lokasinya yang paling dekat. Sementara di Makassar dan NTB yang paling mahal.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 24 Desember 2019

Tinggalkan Balasan

4 Tips Memaksimalkan Keuntungan Bisnis Pakaian Muslim

Tips Investasi untuk pendidikan Anak

Pentingnya Investasi Pendidikan Anak, Ini Tipsnya!