in

Imbas Rupiah Melemah, Stok Produk Impor Menurun

Pada saat ini, situasi perekonomian global memberikan dampak yang cukup siginifikan pada beberapa ritel yang menyediakan produk impor. Pasokan produk impor pada pasar ritel mulai menunjukkan penuruan sejak tahun 2018. Hal ini membuat beberapa perusahaan ritel khawatir dengan masa depan perusahaannya.

Dilansir dari kompas.com, salah satu perusaahan yang terkena imbas stok produk impor menurun adalah PT Supra Boga Lestari Tbk, sebuah induk usaha ritel Ranch Market dan Farmers Market.

Perusahaan tersebut biasanya menyediakan produk-produk dari luar negeri dan menjualnya kepada masyarakat Indonesia. Namun, akhir-akhir ini, stoknya mulai menunjukkan penurunan.

Meshvara Kanjaya, seorang direktur utama PT Supra Boga Lestari Tbk, mengatakan bahwa melemahnya nilai rupiah yang disikapi pemerintah dengan sikap membatasi atau memperketat importasi untuk menjaga nilai rupiah.  Hal ini membuat perusahaan mereka harus memutar otak untuk lebih kreatif dalam menyikapi keragaman produk impor yang dibatasi.

Badan Pusat Statistik pada April 2019 mencatat adanya penurunan impor. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya impor selain akibat dari melemahnya rupiah.

Baca Juga  Rupiah Kembali Lemah di Hadapan Dolar AS

Lalu, apa saja penyebabnya?

Pertama, karena adanya pembatasan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pemerintah membatasi produk impor yang masuk di Indonesia guna menjaga nilai rupiah. Selain itu, pembatasan impor produk juga dilakukan oleh pemerintah luar negeri. Contohnya, perusahaan importir Indonesia tidak bisa memasukkan buah dari luar negeri ke Indonesia karena ada batasan kuota.

Kedua, daya beli masyarakat terhadap menurun karena tahun politik. Meshvara mengatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih menahan untuk berbelanja sebagai bentuk antisipasi jika gejolak politik akan berdampak panjang.

Kemudian, ada faktor gagal panen di luar negeri sehingga mereka tidak dapat mengirimkan produk sebanyak yang perusahaan importir Indonesia inginkan. Selain itu, gagal panen membuat harga barang impor tersebut menjadi sangat mahal.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, para perusahaan importir Indonesia menyiasatinya dengan menyediakan produk alternatif namun tetap menjaga kualitasnya. Sehingga para konsumen juga tidak kecewa dengan produk alternatifnya.

Baca juga : Kacau! Imbas Kerusuhan 22 Mei Terhadap Nilai Rupiah

Baca Juga  Optimis Corona Mereda, Bursa Global Kembali Hijau

Tinggalkan Balasan

Resiko Emas

Berminat Investasi Emas? Simak Dulu Beberapa Resiko Berikut!

Persiapan Investasi Untuk Biaya Pendidikan Anak