in

Drama Diskon Tarif Ojol, Simak Faktanya!

nasib gojek

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melarang diskon tarif ojol yang dinilai terlalu berlebihan. Namun, rencana tersebut ternyata diurungkan dengan beberapa syarat.

Akhir-akhir ini, ojol telah melakukan diskon besar-besaran. Sehingga masyarakat kian gencar untuk menggunakan jasa bisnis stratup satu ini. Namun, promo ojol yang terjadi saat ini lebih mengacu pada predatory pricing.

Apa itu predatory pricing?

Predatory pricing merupakan sebuah strategi yang digunakan untuk menjual produk dengan harga semurah mungkin. Tujuannya adalah untuk menyingkirkan para pesaing, sekaligus menghalangi kompetitor lain masuk. Secara umum hal ini telah memicu persaingan yang tidak sehat.

Dilansir dari detikfinance, Syarkawi Rauf, pengamat persaingan usaha menjelaskan bahwa praktek promo tidak wajar yang mengarah pada predatory pricing pada akhirnya merugikan mitra pengemudi transportasi online dengan hilangnya posisi tawar terhadap aplikator.

“Promo tidak wajar tujuannya cuma satu yaitu menghancurkan kompetisi dan mengarah pada monopoli. Ini akhirnya yang rugi mitra pengemudi dan konsumen,” ujar Syarkawi dalam keterangan tertulis, Rabu (12/6) kemarin.

Baca Juga  Hari Ini, Xiaomi Luncurkan Redmi 7A di Indonesia

Menurut Syarkawi, pemerintah mampu melakukan upaya pencegahan adanya praktek predatry pricing. Sehingga diharapkan bisa menjaga persaingan usaha di industri ekonomi digital tetap sehat.

Baca juga: Ayah, Berikut Investasi Yang Wajib Kamu Miliki

Bagaimana caranya?

Pendiri Institute for Competition and Policy Analysis (ICPA) ini menjelaskan bahwa ada dua unsur yang harus idatur oleh pemerintah. Pertama persaingan yang sehat antara pemain dibutuhkan untuk mendorong terciptanya inovasi, produktivitas, serta penanaman modal yang lebih tinggi.

Adapaun manfaat lain dari persaingan sehat yaitu membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini dikarenakan perusahaan yang lebih kecil bisa memiliki kesempatan untuk bersaing, dan perusahaan yang lebih besar tidak berkuasa tanpa batas.

Unsur yang kedua menurut Syarkawi adalah dari segi konsumen. Persaingan menjadi menguntungkan karena dapat meningkatkan kualitas layanan serta memberikan lebih banyak pilihan.

Syarkawi juga menegaskan agar pemerintah mengkaji ulang peraturan di transportasi online khususnya Permenhub 12/2019. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan praktek persaingan tidak sehat berbalut promo itu tidak terus berlanjut.

Baca Juga  Maskapai Penerbangan Asing Diberikan Peluang Beroperasi, Akankah Jadi Solusi Untuk Tiket Mahal?

Baca juga: 3 Instrumen Patut Kamu Coba Saat Mulai Berinvestasi

Lantas, bagaimanakah hasil akhirnya?

Setelah dikaji, akhirnya Kemenhub mempersilakan diskon ojol untuk dijalankan asal tidak melanggar tarif batas atas maupun bawah. Tarif tersebut diatur dalam Keputusan Menhub nomor KP 348 tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.
Batasan tarif ojol Zona I meliputi Sumatera dan sekitarnya, Jawa dan sekitarnya, (selain Jabodetabek), dan Bali adalah Rp 1.850-Rp 2.300/Km. Berikutnya Zona II meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi adalah Rp 2.000-Rp 2.500/Km.

Terakhir untuk Zona III yang meliputi Kalimantan dan sekitarnya, Sulawesi dan sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara dan sekitarnya, Kepulauan Maluku dan sekitarnya, Papua dan sekitarnya adalah Rp 2.100-Rp 2.600/Km.

Tinggalkan Balasan

forex trading Accounts

Jenis – jenis Akun Trader Forex: Mana Milik Anda?

Pekerjaan Introvet

Beberapa Pekerjaan yang Cocok untuk Anda Para Introvert