in

Bagaimana Indonesia Bisa Bebas dari Middle Income Trap? Begini Penjelasan Sri Mulyani

Sri Mulyani jadi Menkeu ketiga kalinya

Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia hingga saat ini masih menjadi negara berkembang. Yang artinya masuk dalam kategori berpendapatan kelas menengah. Untuk itu Sri Mulyani membeberkan beberapa cara agar Indonesia bisa menjadi negara berpendapatan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan bagaimana cara pemerintah mendorong Indonesia agart bisa keluar dari jebakan middle income trap atau pendapatan kelas menengah.

Baca juga: Simak Cara Mengatasi Kartu Kredit Overlimit Berikut!

Langkah apa yang harus diambil?

Dilansir dari detikfinance, Sri Mulyani berkeyakinan bahwa hal penting yang harus ditingkatkan di Indonesia adalah produktivitas dan kemampuan untuk menyerap teknologi. Dalam komisi XI,DPR, Jakarta Kamis (13/6) yang lalu Sri Mulyani juga berujar, “Selain itu juga diperlukan kondisi pasar tenaga kerja yang kondusif, dengan adanya produktivitas maka investasi yang masuk ke Indonesia bisa lebih besar.”

Sri Mulyani juga menambahkan bahwa Indonesia bisa saja menjadi negara maju dimana masyarakatnya berpendapatan tinggi. Maka pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi secara rata-rata di kisaran 6% pada periode 2020-2030.

Baca Juga  5 Bisnis Menggiurkan Untuk Ibu Rumah Tangga

Untuk mendukung terwujudnya rencana tersebut, maka diperlukan dukungan yang lainnya. Seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perbaikan kualitas birokrasi dan layanan efisiensi. Selain itu inovasi dan penggunaan teknologi untuk tata ruang Indonesia agar menjadi terintegrasi.

“Hal ini juga agar APBN sehat dan kredibel untuk jangka menengah panjang,” ujarnya.

Baca juga: Masih Loyo Habis Liburan? Yuk, Bangun Motivasi Kerja Lagi!

Lalu, bagaimana dengan target pemerintah untuk ke depannya?

Dari sisi pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 pada kisaran 5,3-5,6%. Kemudian, inflasi 2,0 hingga 4,0%. Selanjutnya, tingkat bunga SPN 3 bulan 5,0-5,6%. Nilai tukar rupiah diusulkan Rp 14.000-Rp 15.000/US$.

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan US$ 60-70 per barel. Sedangkan lifting minyak sebesar 695-840 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1.191-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

Tinggalkan Balasan

ketahui akar statistik trader pemula

Menilik Perdagangan Valuta Asing di Indonesia

investasi yang tidak terpengaruh inflasi

Berikut Investasi Yang Berdiri Kokoh Meskipun Diterjang Badai Inflasi