in

Panasnya Imbas Perang Dagang AS dengan China

Perang dagang AS dan China

Perang dagang antara AS dengan China yang sudah berlangsung cukup lama dan nampaknya akan terus berlarut-larut. Salah satu diantaranya adalah dipindahkannya produksi iPhone X dari China ke India. Dilansir dari detikfinance, Foxconn atau pabrik pembuatan iPhone dan iPad yang berbasis di Taiwan akan dipindahkan ke India. Selain itu imbas perseteruan antara AS dan China ini juga berdampak pada nasib konsumen di AS.

Baca juga: Ada Apa dengan Saham MNC? Kok Anjlok?!

Apa Kabar Foxconn?

Dari pihak Foxconn sendiri ternyata juga sudah bekerja sama dengan Wistron Corporation. Dimana memiliki pabrik di kota Bengaluru, India untuk memproduksi iPhone 6S dan SE. Kali ini, Foxconn akan memproduksi seri iPhone X di negara tersebut.

Tamil Nadu M C, Menteri Industri, mengatakan bahwa Foxconn sudah berinvestasi sebesar US$356 juta atau setara dengan Rp5,1 miliar. Investasi sebesar itu digunakan untuk mengembangkan pabrik di kota Sriperumbudur, India. Dan diperkirakan pabrik ini akan membutuhkan pekerja sebanyak 25.000 orang.

Pindahnya Foxconn dari China ke India diyakini akan memberikan bisnis Apple ke tingkat yang lebih lanjut. Namun, hingga saat ini Apple sendiri belum secara resmi memberi arahan pada Foxconn untuk memindahkan seluruh produksi smartphone-nya ke India.

Baca Juga  10 Aplikasi Android Termahal di Dunia (Part 2)

Namun, langkah ini dianggap yang terbaik untuk menghindari dampak yang lebih buruk dari perang dagang AS – China. Karena, Trump kini telah mengeluarkan ancaman barunya yakni meningkatkan tarif ekspor barang China mencapai US$ 300 miliar apabila Presiden China, Xi Jinping tak hadir menemuinya di pertemuan negara G20 mendatang.

Baca juga: Berikut Investasi Yang Berdiri Kokoh Meskipun Diterjang Badai Inflasi

Harga Barang di AS Meroket Tinggi

Bank investasi global Goldman Sachs menyatakan, tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang China berdampak pada bisnis dan rumah tangga AS, dengan dampak yang lebih besar ke harga konsumen dari perkiraan sebelumnya.

Goldman juga menambahkan bahwa harga konsumen sebagian lebih tinggi karena eksportir dari China belum menurunkan harga mereka untuk bersaing dengan AS.

Namun, di sisi lain AS tetap gencar menaikkan harga dalam menanggapi persaingan dagang tersebut. “Harapan awal kami adalah bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan akhir tahun ini. Kami pikir ini akan datang dalam bentuk penurunan bertahap,” ujarnya

Baca Juga  CrazyRichSurabayan Mengungkap Gagalnya MatahariMall.com

Tinggalkan Balasan

keuaangan milenial

3 Hal Sepele Perusak Finansial Anak Muda

3 Ide Bisnis Unik, Sangat Layak untuk Dicoba.