in

Maskapai Siap Turunkan Harga Tiket Pesawat

Maskpai penerbangan Asing diijinkan karena Tiket Mahal

Setelah terjadi berbagai desakan dari masyarakat akan harga tiket pesawat yang mencekik. Kini maskapai bersiap menurunkan harga jual tiket. Maskapai menggunakan sistem LCC (Low Cost Carrier) dimana mereka akan mematok harga yang rendah, namun akan memotong beberapa service yang seharusnya diterima oleh penumpang.

Dikutip dari detikFinance, harga jual tiket pesawat yang rendah akan dimulai minggu depan. Hal itu menindaklanjuti rapat koordinasi (rakor) di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian pada Kamis (20/6) kemarin.

Kendati demikian, keputusan tersebut berlaku untuk jadwal tertentu. Yang berarti tidak dapat diaplikasikan ke seluruh penerbangan LCC. Untuk informasi selanjutnya mengenai kesiapan maskapai terhadap keputusan tersebut, simak informasi berikut!

Baca juga: Simak Pajak Apartemen yang Dipangkas Sri Mulyani!

1. Lion Air Siap Menurunkan Harga Tiket

Diwaklkan oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala menuturkan bahwa maskapai Lion Air bersedia menurunkan harga jual tiket pesawat penerbangan murah (LCC) mulai minggu depan.

“Iya kita akan mengikutinya (keputusan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat). (Minggu depan) siap,” ujar Danang Mandala.

Baca Juga  Sharing dengan 114 Santri LPDP, Menkeu: Indonesia akan Menjadi Negara Besar

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyesuaian terhadap penurunan harga tiket pesawat.

“Terkait dengan keputusan pemerintah, Lion Air akan mengikuti keputusan regulator. Dan saat ini dalam tahap persiapan segala sesuatunya,” lanjutnya.

Pihaknya tidak bisa memberikan detailnya karena pembahasan masih luas. Berhubung harga tiket yang turun berlaku pada waktu dan jam-jam tertentu, kondisi tertentu, dan mengikuti syarat dan ketentuan yang ada.

2. Lantas, Bagaimana dengan Citilink?

Melalui maskapai bertarif murah dari Garuda Indonesia Group, Citilink, akan menyetujui dan melaksanakan keputusan tersebut. Untuk rute dan jadwal masih dimusyawarahkan. Sehingga maskapai bisa memberikan harga sesuai dengan kantong masyarakat, namun juga tidak membebankan biaya operasional.

“LCC kan akan turun menurut kita bagus ya harapan kita memang seperti itu, sangat fairitu, jadi nggak semuanya turun, pasti kita ikuti. Kalau jadwal, turun tarifnya berapa, dan mana rutenya kita belum bisa info masih kita diskusikan nanti kita cek dulu ke Citilink,” kata VP Corporate Communication Garuda Indonesa Ikhsan Rosan, Jumat (21/6) kemarin.

Baca Juga  Stimulus Tidak Berefek, Bursa Saham Australia Ambrol

Disamping itu, pemerintah yang dibantu oleh stakeholder lain juga memberikan insentif kepada maskapai. Yaitu menginisiasi penurunan pada biaya jasa bandara, harga avtur, hingga pajak-pajak perawatan, penyewaan, dan impor onderdil pesawat. Hal ini dilakukan agar membantu maskapai tetap terbang dan tidak rugi.

Baca juga: Wow! Rupiah Menguat di Asia

3. Diperlukan Payung Hukum

Menurut Pakar Penerbangan Alvin Lie, pemerintah harus sedia payung hukum mengenai keputusan tersebut. Dengan payung hukum yang jelas akan menindaklanjuti keputusan turunnya harga tiket pesawat supaya ada kepastian dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kan harus ada produk formalnya, tidak bisa kesimpulan rapat kemudian jadi landasan hukum macam-macam kan,” ujar Alvin, Jumat (21/6) kemarin.

Disamping itu, keputusan yang dibuat ini melibatkan sejumlah BUMN. mulai dari Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, hingga Pertamina. Perusahaan pelat merah ini ikut melakukan perubahan kebijakan dalam meringankan beban maskapai. Tentu saja hal ini semakin meyakinkan bahwa dibutuhkannya payung hukum yang jelas karena banyaknya pihak yang terlibat.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 4 Februari 2020

“Akan dijadikan produk hukum atau tidak? menjadi peraturan menteri, atau mungkin peraturan pemerintah, atau peraturan presiden. Kalau itu tidak ada produk hukumnya lantas maskapai-maskapai ini menurunkan harga atas dasar apa?” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

rumah baru

4 Tanda Bahwa Anda Belum Siap Memiliki Rumah Baru

Pengusaha yang multitasking

Ingin menjadi Pengusaha Muda? Simak Tips Berikut!