in

Fakta Dibalik Tutupnya Ritel Giant

Giant Ditutup

Giant merupakan salah satu ritel terbesar di Indonesia. Kini ritel tersebut marak dibicarakan karena diinfokan akan menutup beberapa gerainya. Hal ini tentu akan membuat banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya.

Kabar yang sudah wara-wiri ini menyebutkan bahwa ada 6 supermaket Giant yang ditutup pada Minggu (28/7) yang akan datang. Enam supermaket itu diantaranya adalah Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri.

Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, berasumsi bahwa salah satu penyebab utama tutupnya ritel Giant adalah perubahan teknologi dan informasi.

“Secara umum perubahan teknologi yang masif ini, pasti akan berdampak pada pengurangan kesempatan kerja di sejumlah sektor. Tapi akan menciptakan kesempatan-kesempatan baru,” kata Hanif.

Apa saja yang telah terjadi pada salah satu ritel terbesar di Indonesia ini sebelum benar-benar ditutup? Simak fakta-fakta berikut ini.

Baca juga: Ligwina Hananto: Berikut Goals Porsi Pengeluaran Bulanan

1. Mengobral Diskon Sebelum Menutup Supermarket

Pada Minggu (23/6) kemarin di Giant kawasan Mampang, dikutip dari detikFinance, terdapat spanduk yang bertuliskan ‘Kami Tutup Hanya di Toko Ini’, Diskon Semua Harga’, ‘Semua Harus Terjual Habis’.

Baca Juga  Cara Mulai Bitcoin yang Pemula Harus Tahu

Hal itu membuat supermarket kawasan Jaksel ini pun cukup ramai dengan pengunjung. Antrean panjang terlihat di kasir saat waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB.

Di sela-sela padatnya supermaket, salah seorang karyawan ditanyai mengenai kabar yang beredar. Dia pun membenarkan kabar dari pemeberitaan, “Iya, semua diskon sampai tanggal 28. Mau tutup,” katanya di sela-sela kesibukannya.

Banyak sekali potongan-potongan harga terpampang di dalam supermarket. Diskonnya variatif, ada yang 5%, 10%, 25%. Sebut saja, untuk sabun dan sampo ada potongan harga sebanyak 10%.

Karyawan tersebut juga menambahkan bahwa diskon tersebut diberikan secara bertahap. Semakin dekat dengan tanggal penutupan, maka semakin besar pula diskon yang diberikan.

Namun, pihak manajemen yaitu External Communication Manager Hero Supermarket Fia Arwinta belum memberikan respon yang cukup jelas. Fia hanya meminta agar mengirimkan pertanyaan lewat surat elektronik.

Baca juga: Maskapai Siap Turunkan Harga Tiket Pesawat

2. Kompetitor yang Kuat Melemahkan Daya Saing Giant

Tutum Rahanta, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), beranggapan bahwa tutupnya gerai ini disebabkan oleh ketatnya persaingan bisnis ritel.

Baca Juga  Mengenal Trading Yoyo dan Cara Menghindarinya

“Banyak pemain baru, pemain lama brandnya, tapi outletnya pertambahannya banyak terus. Mungkin brand 1-2 itu nambahnya nggak terlalu banyak, tapi outletnya nambah terus,” terangnya.

Namun, Tutum yakin toko online bukan salah satu penyebab ritel ini undur diri.

“Enggak, sesama pemain aja, kalau produk makanan di online nggak terlalu. Banyak faktor, persaingan lah, manajemen, atau faktor persaingan sesama pemain,” terangnya.

“Mungkin juga karena memang lokasi-lokasi yang kurang bagus, sudah mulai ditinggalkan konsumen,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

mobil baru

6 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Mobil Baru

kecanduan berbelanja

Kecanduan Akut Berbelanja Online? Berikut Solusi Jitunya!