in

Bagaimana Persiapan Indonesia Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1?

Ubah Rp 1.000 jadi Rp. 1

Indonesia kembali menyusun rencana untuk menyederhanakan nilai mata uang rupiah, lebih tepatnya pemangkasan angka nol pada mata uang rupiah. Bank Indonesia (BI) tinggal menunggu arahan pemerintah mengenai rencana ini. Rencana ini disebut sebagai redenominasi atau lebih mudahnya disebut ‘ubah Rp 1.000 menjadi Rp. 1’.

Melchias Marcus, Ketua Komisi XI DPR RI, mengatakan bahwa dalam merealisasikan rencana ini sebaiknya pemerintah belajar dari negara yang sudah sukses menerapkan redenominasi. Menurutnya Turki adalah salah satu negara yang sukses meredenominasi dari 1.000.000 lira menjadi 1 lira pada 2005 silam. Turki sendiri membutuhkan waktu selama 10 tahun dalam penerapan redenominasi ini.

Indonesia kalau mau melakukan redenominasi perlu belajar dari Turki. Mulai dari berapa lama persiapan, berapa lama waktu transisi, dan berapa lama waktu penarikan. Ada banyak detil yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Maskapai Siap Turunkan Harga Tiket Pesawat

Lantas, sejauh mana persiapan pemerintah?

Gubernur BI pada saat 2007 lalu mengharapkan redenominasi bisa dilaksanakan pada 2020 mendatang. Dalam artian yang lain, waktu yang tersisa untuk menyiapkan rencana tersebut tinggal 6 bulan lagi.

Baca Juga  Karena Virus Corona, Dolar Tergelincir Terhadap Safe Haven

Namun, dalam mencapai titik yang diinginkan, jalannya masih begitu panjang. Mulai dari pembahasan perancangan undang-undang (UU) redenominasi, perjalanan masuk program legislasi nasional (prolegnas) sampai masa transisi hingga masa penerapan.

Sebenarnya, redenominasi ini sudah dicanangkan sejak Deputi Gubernur Senior masih dijabat oleh Darmin Nasution yang saat ini sudah menjabat sebagai Menko Perekonomian.

Selanjutnya, posisi Gubernur pun beralih ke Agus Martowardojo dan semakin menguatkan rencana redenominasi itu. Namun sayangnya, hingga akhir masa jabatan Agus sudah selesai, redenominasi itu pun belum juga terealisasikan. RUU belum finish dan tak juga masuk Program Legislasi Nasional (prolegnas).

Saat ini, Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI yang terpilih berjanji melanjutkan kebijakan yang telah dilakukan oleh Agus Martowardojo. Selain mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, ia juga akan meneruskan rencana ‘ubah Rp 1.000 menjadi Rp 1’.

Perry menyebutkan bahwa BI sudah merumuskan dan menyampaikan ke pemerintah soal arahan rencana ini. Untuk selanjutnya, pihaknya sedang menunggu arahan dan kebijakan pemerintah.

Perry juga menilai, selama ini materi dan kajian terkait redenominasi telah dirumuskan oleh bank sentral. Pihaknya menunggu persetujuan pemerintah untuk diajukan sebagai Undang-Undang ke DPR.

Baca Juga  Survei: Sebagian Besar Milenial Sangat Boros dan Kurang Mapan

Baca juga:  Ayah, Berikut Investasi Yang Wajib Kamu Miliki

Apa tujuan dari redenominasi ini?

Dikutip dari detikFinance, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti dengan penyederhanaan penulisan alat pembayaran. Setelah itu diikuti pula dengan penyederhanan lainnya seperti sistem akuntansi dan sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. Jadi, dengan adanya redenominasi perekonomian akan lebih efisien.

Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang hanya dihilangkan angka nol nya saja. Jadi nilai uang tetap sama, hanya lebih ringkas saja penulisannya.

Baca juga: Tips Menjadi Mompreneur: IRT Merangkap Jadi Pengusaha Sukses

Tinggalkan Balasan

liburan

5 Anggaran yang Wajib Anda Siapkan Sebelum Pergi Liburan

Tips mengelola keuangan pribadi

Promo Dompet Digital Membuat Kita Semakin Boros. Benarkah?