in

Survei: Sebagian Besar Milenial Sangat Boros dan Kurang Mapan

keuangan keluarga

Sebuah survei yang dilakukan di AS menyatakan bahwa milenial hidup dari gaji ke gaji. Selain itu, dari keseluruhan responden, hanya 38 persen milenial yang merasa mereka telah stabil secara finansial. Yang mana artinya sebagian besar milenial hidupnya kurang mapan.

Baca juga:  Kesalahan Fatal dalam Keuangan Milenial Yang Wajib Dihindari

Siapa yang melakukan survei?

Dikutip dari Kompas, Survei yang dilakukan oleh Charles Schwab bertajuk 2019 Modern Wealth mengungkapkan bahwa milenial merasa paling tidak stabil secara finansial dibanding generasi-generasi lainnya.

Survei tersebut melibatkan 380 orang milenial yang berusia 23-38 tahun sebagai responden. Dalam survei tersebut, milenial mengaku menghabiskan rata-rata 478 dollar AS per bulan atau setara sekira Rp 6,9 juta untuk hal-hal yang sebenarnya tak perlu, seperti makan di luar, hiburan, barang-barang mewah, dan liburan.

Bagaimana hasil survei tersebut jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya?

Hasil tersebut menunjukkan angka yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Gen X. Gen X menghabiskan uang rata-rata 587 dollar AS atau kira-kira sekitar Rp 8,4 juta untuk hal-hal tak perlu. . Namun, lebih tinggi dibandingkan baby boomers yang mencapai 359 dollar AS atau sekira Rp 5,2 juta.

Baca Juga  Harga Emas Naik Akibat Stimulus The Fed

Farnoosh Torabi, penulis tentang keuangan personal, mengatakan, ” Tampaknya aneh bahwa ketika kita melihat statistik yang ada bahwa banyak milenial yang hidup dari gaji ke gaji, namun di sisi lain, mereka belanja berlebihan.”

Torabi juga mengimbuhkan bahwa meskipun ini terlihat janggal, namun ini adalah kenyataan yang dihadapi oleh kebanyakan milenial.

“Ketika kehidupan keuangan Anda berantakan, besar kemungkinan Anda akan belanja berlebihan. Emosi terkait uang akan menggiring kita membuat pilihan yang tidak rasional,” terang dia.

Apa sajakah tantangan ke depannya untuk milenial?

Faktanya, untuk melanjutkan hidup ke depannya, milenial dihadapkan dengan berbagai masalah yang tentunya tidak ringan. Milenial pun menghadapi beragam kondisi keuangan yang sulit. Harga rumah yang kian melambung, namun gaji kerap tak cukup memenuhi kebutuhan juga menambah tekanan.

“Ketika Anda memiliki cicilan, tagihan kartu kredit, ketika Anda tidak memiliki literasi keuangan yang cukup, itu semua bisa berakibat pada pembuatan keputusan yang tak sehat terkait uang Anda, termasuk belanja berlebihan,” imbuh Torabi.

Baca Juga  Emas Antam Merosot Rp10.000/gram, Mengapa?

Semuanya bisa teratasi dengan cara mengubah pola pikir milenial agar hidupnya tidak termasuk kurang mapan lagi. Mereka perlu menemukan strategi yang sesuai dan memungkinkan memperoleh banyak pengalaman baik dalam hidup dan menabung untuk masa depan.

“Bila Anda mencoba mengurangi pengeluaran Anda, langkah pertama adalah mengatur tentang apa yang Anda belanjakan dan bagaimana Anda membelanjakan (uang),” terang Saundra Davis, pakar keuangan dan profesor dari Golden State University.

Baca juga: Instrumen Investasi yang Cocok Untuk Milenial

Tinggalkan Balasan

Aturan trading forex

Waktu yang tepat untuk Trading USD/JPY

Tips Membelanjakan Gaji Pertama