in

Penelitian: Gara-Gara Medsos, Milenial Makin Boros

milenial berinvestasi reksadana

Ada banyak tanggungan yang menghantui dalam masalah keuangan. Contohnya sewa rumah, tagihan kartu kredit, dan pinjaman lainnya. Kendala yang sudah disebutkan tersebut tentu menjadi halangan bagi milenial untuk mulai menabung. Nah, kini menurut sebuah penelitian yang dikutip dari Dream, ada satu hal lagi yang membuat milenial makin boros, yaitu media sosial (medsos) .

Baca juga:  Survei: Sebagian Besar Milenial Sangat Boros dan Kurang Mapan

Apa hasil dari penelitian?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Allianz Life Insurance Company di Amerika Utara, mengatakan media sosial juga bisa membuat orang lebih boros. Tekanan dari kelompok di jejaring sosial membuat orang berlebihan mengeluarkan uangnya.

Kebanyakan kaum milenial memanipulasi apa yang mereka alami di medsos. Mereka hanya pura-pura bahagia dimana tidak sesuai realita. Semua itu dilakukan demi mendapatkan pengakuan dari yang lainnya bahwa hidup mereka begitu menyenangkan. Alhasil, sebanyak 60 persen generasi milenial merasakan kehidupannya tidak sesuai dengan di jejaring sosial dan 57 persen lainnya mengaku berbelanja di luar kebutuhan karena media sosial.

Baca Juga  5 Keuntungan Bisnis Online, Mulai Mencoba Kuy

Kenapa mereka bisa berbuat seperti itu? Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah mereka takut kehilangan tren, barang, atau experience baru terhadap satu hal.

Facebook berhasil menghasilkan US$39,9 miliar atau kira-kira setara dengan Rp 548,56 triliun pada tahun 2017 dari pendapatan iklan. Lalu, Instagram baru saja merilis Instagram Shopping untuk memungkinkan pengguna untuk melihat deskripsi dan harga produk. Ada juga platform jejaring sosial lainnya untuk memfasilitasi transaksi dari situs web atau aplikasi. Intinya, ada banyak sekali kemudahan yang didapat lewat online atau pun media sosial dalam mengakses barang belanjaan.

Baca juga: Tips Membelanjakan Gaji Pertama

“Bahkan perusahaan akan membayar ratusan atau ribuan dollar agar produk mereka diunggah di media sosial oleh influencer,” tulis Reuters. Seperti yang kita ketahui, kini banyak sekali influencer yang biasanya disebut selebgram yang digandrungi oleh generasi milenial. Para influencer ini pun dibayar mahal untuk meng-endorse produk mereka agar follower ini tertarik untuk membeli produk tersebut demi mengikuti style selebgram tersebut.

Baca Juga  Efek Corona, Indonesia Terancam Resesi

Vice President Consumer Insight Allianz, Paul Kelash, mengatakan, generasi milenial harus berhati-hati dengan media sosial karena daya pikatnya untuk mendorong mereka mengeluarkan uangnya lebih banyak.

“Media sosial (Medsos) bisa memberikan dampak negatif jangka panjang pada keuangan generasi milenial jika tidak berhati-hati,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Pekerjaan di bidang marketing

5 Pekerjaan Bidang Marketing yang Patut Anda Coba

Kolaborasi Bank dan Fintech, Apa Saja Keuntungannya?