in

Ini yang Dilakukan OJK untuk Capai Target Inklusi Keuangan 2019

OJK saasar siswa SMP untuk tingkatkan inklusi keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini menargetkan capaian inklusi keuangan meningkat hingga 75 persen. Inklusi keuangan itu sendiri adalah hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabatnya.

Untuk mencapai target tersebut, OJK akan menyasar kalangan anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar mau membuka rekening tabungan di bank.

Dengan menyasar para siswa SMP ini, dipaparkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat luas.

Wimboh menjelaskan rencana pembukaan rekening siswa SMP itu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mengerti produk-produk keuangan bank. Sehingga masyarakat bisa lebih siap menerima perubahan -perubahan sektor akses keuangan.

Tak hanya siswa SMP, Wimboh juga memastikan perluasan akses dan produk-produk keuangan juga dilakukan ke kalangan dewasa.

“Misalnya pemuda, petani dan nelayan, perempuan, hingga pekerja swasta. Mereka semua itu sudah otomatis,” ujarnya dikutip dari CNN

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan bahwa OJK juga mendorong aksi menabung dari masyarakat. Karena saat ini masih saja masyarakat yang menyimpan uang di rumah.

Baca Juga  5 Syarat Seseorang Menjadi Pemimpin Bisnis yang Hebat

Padahal menabung di bank menjadi salah satu langkah penting  yang menunjang kemampuan keuangan masyarakat di masa depan. Selain , tabungan dari masyarakat juga bisa menambah kekuatan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank.

Ketika ditanya terkait pelaksanaan rencana tersebut, Wimboh mengatakan rencana itu akan segera diedukasikan ke masyarakat. Bahkan  sudah didiskusikan dengan kementerian/lembaga terkait.

Dengan perluasan itu, Wimboh meyakini target inklusi keuangan yang ditargetkan mencapai 75 persen pada akhir tahun ini akan tercapai. Sayangnya, ia enggan membagi angka realisasi terkini dari inklusi keuangan. Namun, pada lima tahun lalu, inklusi keuangan baru mencapai 36 persen.

Langkah yang dilakukan

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan perluasan akses dan produk keuangan harus dilakukan dengan cara-cara jitu.

Misalnya, dibuat semenarik mungkin dalam sosialisasi, edukasi, dan publikasi menggunakan materi kampanye seperti jingle, billboard, TVC, brosur, dan bentuk lain yang efektif menyasar masyarakat.

Baca juga: 5 Produk Tabungan Yang Populer Di Indonesia

Tinggalkan Balasan

pentingnya Dana darurat

Pentingnya Memiliki Dana Darurat, Apa Alasannya?

bisnis kaos

Memulai Bisnis Kaos? Berikut Tips Jitunya!