in

Harga Garam Anjlog Hingga 50 Persen. Apa Saja Penyebabnya?

harga garam anjlog hingga 50 persen.

Beberapa hari terakhir ini perekonomian Indonesia diramaikan oleh jatuhnya harga garam konsumsi. Tidak tanggung-tanggung, harga garam anjlog hingga 50 persen.

Dilansir dari CNN Indonesia, Sekretaris Jenderal Persatuan Petambak Garam Indonesia (PPGI) Waji Fatah Fadilah mengatakan harga dari petambak di Kecamatan Krangkeng, Indramayu, hanya harga Rp400 per kilogram dari harga normal yang biasanya mencapai 750 hingga Rp800 per kilogram.

Menurut prediksi Waji, turunnya harga garam tersebut terjadi karena masih adanya sisa impor garam. Sehingga persediaan masih banyak dan mengakibatkan garam dari petani tidak terserap. PT Garam biasanya menyerap 20 ribu ton-50 ribu ton garam pada periode Juni-Juli yang bertepatan dengan masa panen. Namun, hingga kini perusahaan milik pemerintah itu belum juga menyerap garam rakyat.

Berbeda dengan Waji, Kemenko Kemaritiman menilai jatuhnya harga karena peningkatan produksi akibat panen dan penurunan kualitas garam.

“Saya tidak mengatakan karena impor, karena tadi sudah dijelaskan teman-teman Kementerian Perindustrian, sebagian diserap PT Garam dan sebagian lagi diserap pengusaha, itu sudah ada MoU. Kalau dia tidak serap garam rakyat, dia tidak akan dikasih kuota impor,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono.

Baca Juga  Milenial, Sudah Pahamkah dengan GPN? Apa Fungsinya?

Agung menambahkan bahwasannya harga garam anjlog seperti ini terjadi setiap tahun. “Sebenarnya, anjloknya tidak hanya tahun ini, tapi terjadi setiap tahun, kalau produksi banyak, itu harga turun. Sudah mekanisme pasar,” katanya.

Sementara itu, hasil observasi bersama antar kementerian yang dilaporkan ke Kemenko Kemaritiman juga menemukan ada penurunan kualitas garam dari hasil panen. Penurunan kualitas terjadi karena petambak mempercepat masa panen. Akibatnya, garam yang dihasilkan belum mencapai kualitas maksimal.

“Jadi ini kualitasnya saja, makanya jangan panen kalau hanya lima sampai tujuh hari, itu pasti jelek. Jangan juga di tempat yang jelek, yang lahannya diubah-ubah fungsinya. Itu hasilnya juga pasti jelek,” terang dia.

Solusi Pemerintah

Untuk memperbaiki tata kelola komoditas garam secara nasional, pemerintak akan membanun pabrik. Rencananya, pabrik itu akan dibangun di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada bulan depan dan bisa beroperasi pada Desember 2019.

Pabrik tersebut akan dibangun dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp29 miliar dan lahan dari PT Garam. Pabrik tersebut akan dioperasikan oleh PT Garam.

Baca Juga  Aksi 22 Mei, Perekonomian Ibu Kota Alami Kekacauan

 

Tinggalkan Balasan

keuangan usia 25

Tips Keuangan untuk Kalian yang berusia 25an

Surat Utang james Bond cocok untuk milenial

Cocok Untuk Milenial, Simak Fakta Surat Utang ‘James Bond’ Berikut