in

Rumuskan Tiket Pesawat-Hotel, Menhub Pastikan Tidak ada yang Dirugikan

Kemenhub merumuskan harga tiket pesawat hotel

Beberapa waktu terakhir ini kita disuguhi fakta harga tiket pesawat yang tinggi. Akibat dari harga tiket yang tinggi selama kurang lebih 7 bulan tersebut banyak tempat wisata serta hotel yang terdampak.

Namun harga tiket pesawat mulai kembali normal sejak awal Bulan Juli lalu. Pemerintah telah menetapkan berbagai peraturan agar maskapai menurunkan harga tiket mereka.

Bahkan yang terbaru, guna memenuhi kebutuhan masyarakat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang merumuskan perhitungan terkait harga tiket pesawat dan hotel.

Budi Karya Sumadi mengatakan pihak Kemenhub sedang merumuskan perhitungan yang tepat untuk mendukung kebijakan harga tiket paket pesawat dan hotel. Formulasi yang dimaksud memasukkan indikator rerata kemampuan pemberian potongan harga kamar hotel dari pelaku usaha perhotelan.

Formula baru tidak ada yang dirugikan

Meskipun maskapai penerbangan serta hotel harus memberikan potongan, dijelaskan oleh Budi Karya, di sini tidak ada pihak yang dirugikan. Dia meyakini wacana kebijakan paket perjalanan tidak akan mengorbankan pertumbuhan pendapatan industri perhotelan, meski wacana didasari kepentingan harga tiket pesawat murah di sektor penerbangan.

Baca Juga  Hari Ini, Xiaomi Luncurkan Redmi 7A di Indonesia

“Tidak ada yang dikorbankan kok, itu kan sharing (berbagi beban). Ini keinginan dari maskapai dan tourism (industri pariwisata). Nanti semua sharing, mau diskonnya 5 persen, 10 persen, 20 persen, itu terserah,” ungkap Budi Karya dilansir dari CNNIndonesia (24/07/19).

Menurut dia, kebijakan paket perjalanan tidak serta merta menekan pendapatan industri pariwisata karena tidak semua hotel akan menerapkan kebijakan ini. Rencana awal menyatakan paket kebijakan hanya akan menyasar perjalanan ke kota dengan destinasi wisata populer, misalnya Bali, Yogyakarta, dan Bandung.

Di sisi lain, ia meyakini kebijakan ini justru bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata karena masyarakat yang berstatus turis domestik bisa tergugah untuk melakukan perjalanan.

Kendati begitu, mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu akan lebih dulu berkonsultasi dengan para pelaku industri perhotelan melalui rapat koordinasi di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Tinggal Pak Menko undang PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) dan beberapa stake holders (pihak terkait lainnya),” tuturnya.

Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan

Tinggalkan Balasan

Keuntungan Menggunakan Uang Elektronik

Hal-hal Penting yang Perlu Anda Tahu Tentang Kredit Tanpa Agunan (Part 2)

emas

Rekomendasi Situs Transaksi Emas Online Terpercaya (Part 2)