in

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan

tips Menghindari Kehancuran dalam Masa Resesi Ekonomi
awal pekan nilai tukar rupiah melemah

Awali pekan ke-2 Agustus 2019 nilai tukar mata uang Indonesia mengalami penurunan. Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.188 per dolarAmerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (5/8) pagi. Angka itu melemah tipis, sebesar 0,02 persen dibanding dengan pada saat penutupan perdagangan pada Jumat (2/8) lalu. Pekan lalu Rupiah finish pada angka Rp14.185 per dolar AS.

Berbeda dengan rupiah yang cenderung melemah, dikutip dari CNN, pagi awal pekan ini, sebagian besar nilai tukar  mata uang utama Asia malah menguat terhadap dolar AS. Beberapa mata uang yang menguat adalah Ringgit Malaysia (RM)  menguat 0,04 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,07 persen, baht Thailand (TBH) menguat 0,07 persen, dan yen Jepang (JPY) menguat 0,29 persen. Sementara itu, peso Filipina (PHP) melemah 0,35 persen, won Korea Selatan (KRW) melemah 0,48 persen dan dolar Hong Kong (HKD) melemah 0,02 persen.

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Selain itu, nilai tukar mata uang di beberapa negara maju juga menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,18 persen terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris (GBP)  menguat 0,05 persen, namun dolar Australia tak bergerak melawan dolar AS( USD).

Baca Juga  Infinity Exclusive Bonus Milik Fullerton Markets, Program Bonus Tanpa Batas Pertama

Penyebab Melemahnya Nilai Tukar

Dijelaskan oleh Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, risiko perang dagang kembali mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump mengancam untuk membebani bea masuk impor bagi produk China senilai US$300 miliar. Risiko perang dagang ini baru saja dilancarkan Trump setelah bank sentral AS The Fed menurunkan suku bunga acuannya 25 basis poin.

“Baru- baru ini Donald Trump mengancam untuk membebani bea masuk impor bagi produk China senilai US$300 miliar,” ujarnya, Senin (05/08/2019)

Baca juga: Naik Turun Nilai Rupiah, Begini Cara Menguatkan Kembali

Namun, melemahnya nilai tukar rupiah di awal pekan ini tertahan akibat data ekonomi AS yang melandai. Indeks dolar AS sempat melemah lantaran data ketenagakerjaan AS hanya melansir jumlah pekerjaan baru meningkat 164 ribu pekerja. Jumlah ini melambat dibanding Juni yakni 224 ribu pekerja.

Sejatinya, penurunan tenaga kerja ini bikin pelaku pasar meramal bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya pada September mendatang.

Baca Juga  Kabar Gembira! Penunggak Pajak di DKI dapat Diskon Hingga 50%!

“Sehingga pada Senin rupiah akan ditransaksikan di level Rp14.180 hingga Rp14.240 per dolar AS,” Pungkas Ibrahim

Tinggalkan Balasan

istirahat kerja

Jenis Cuti & Istirahat Kerja Yang Wajib Anda Ketahui (Part 2)

Dampak mati listrik

Imbas Listrik Padam Massal, Gangguan Jaringan Internet dan Layanan ATM Dimana-mana