in

Listrik Padam Serentak, PLN Akan Berikan Kompensasi Kepada Pelanggan

dampak mati listrik agustus 2019

PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak gangguan listrik pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Pemberian kompensasi ini berdasar Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Yaitu konsumen berhak menerima ganti rugi apabila terjadi pemadamanyang diakibatkan kesalahan dan atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik.

Baca juga: Dampak Mati Listrik 4 Agustus di Bidang Trasportasi. Apa Saja?

Berapa Jumlah Kompensasi yang Dibayarkan?

Jumlah kompensasi yang akan diberikan adalah sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen tarif non subsidi. Sedangkan tarif konsumsi akan diberikan kompensasi sebelas 20 persen.

“Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi selain. Selain proses penormalan sistem, Kami sedang menghitung kompensasi bagi konsumen. besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN sripeni Inten Cahyani, dikutip dari Kompas.

Kompensasi ini akan diterapkan untuk rekening bulan selanjutnya. Sedangkan untuk pelanggan pra bayar, kompensasi diberikan ketika pelanggan membeli tiket berikutnya. Untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai service level agreement (SLA) yang telah disepakati.

Baca Juga  Dampak Inflasi, Harga Bawang Putih & Tiket Pesawat Mulai Landai

Ketentuan lain diatur dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 27 tahun 2017 pasal 6. Tentang Tingkat mutu pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran tenaga Listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero).

Baca juga: Imbas Listrik Padam Massal, Gangguan Jaringan Internet dan Layanan ATM Dimana-mana

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% diatas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan.

Indikator yang digunakan yaitu indikator lama gangguan,jumlah gangguan kecepatan pelayanan, perubahan daya tegangan rendah, kesalahan pembacaan KWH meter, waktu koreksi kesalahan rekening dan atau kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan rendah.

Atas dasar peraturan tersebut Direktur Jenderal ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan pemerintah meminta PLN bertanggung jawab kepada konsumen atas gangguan listrik yang terjadi. Tanggung jawab yang diberikan berupa pemberian kompensasi atas tagihan listrik pelanggan.

 

Tinggalkan Balasan

bisnis laundry

Memulai Bisnis Laundry? Kenali Beberapa Kendala Berikut Ini

Daftar Tabungan Haji Bank-bank di Indonesia

Daftar Tabungan Haji Bank-bank di Indonesia