in

Pertamina Berikan Kompensasi Kepada Nelayan Pantai Karawang

Pertamina Berikan Kompensasi Kepada Nelayan Pantai Karawang

.PT Pertamina (Persero) memberikan kompensasi kepada nelayan yang yang terkena dampak kebocoran minyak di Blok Offshore North West Java (ONWJ.

Dilansir dari CNN Indonesia, kompensasi tersebut diberikan kepada para nelayan yang terkena dampak kebocoran minyak sekaligus para nelayan yang yang membantu mengangkut tumpahan minyak di laut Karawang Jawa Barat.

Direktur PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Meidawati mengatakan mereka yang membantu mengangkut tumpahan minyak mendapatkan kompensasi minimal Rp120 ribu per hari.

“Jadi ada biaya penggantian itu kami sepakati. Mereka yang mengumpulkan spill-spill oil (tumpahan minyak) di laut (dapat) Rp100 ribu per hari, dengan uang makan Rp20 ribu. Terus kami angkut ada tonasi per kilo, sekitar per 3-5 kilogram (kg) itu Rp20 ribu-an. Kemudian, dari titik kumpul mereka ke truk untuk kami angkut. Itu ada biaya Rp120 ribu per tonasi tadi ditambah uang makan,” ujarnya dikutip dari CNN

Dengan diberikan-nya kompensasi tersebut Meidawati yakin bahwa para pelayan tidak akan kehilangan penghasilannya. Nelayan  tetap mendapat pemasukan setiap hari, meskipun mereka tidak mencari ikan di laut.

Baca Juga  IHSG Diramalkan Menguat, Berikut Saham Pilihan Hari Ini

Bukan hanya nelayan

Tak hanya kepada para nelayan, Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini, juga akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak tumpahan minyak. Namun kompensasi tersebut diberikan setelah dilakukan proses seleksi. Nilai kompensasi pun akan disesuaikan dengan standar harga barang dan jasa daerah atau harga kepantasan kepatutan dan kewajaran.

Untuk mengatur alur  kompensasi tersebut Meidawati setelah membentuk Komite. Mereka bertugas merumuskan dan menetapkan standar, menerima aduan dari masyarakat, melakukan verifikasi, mempersiapkan berita acara hingga membuat laporan ke Bupati daerah yang terdampak.

Bahkan bukan tidak mungkin PHE menolak aduan masyarakat jika laporan mereka tidak memenuhi standar atau tidak benar-benar terkena dampak dari tumpahan minyak tersebut

Sebelumnya, insiden kebocoran itu bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 di anjungan lepas pantai YYA yang dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ) pada Jumat (12/7) lalu. Lokasinya sekitar 7 mil dari bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

idul adha

Peluang Bisnis Menjanjikan Menjelang Idul Adha (Part 2)

Tak Dibebani Pikiran Soal Keuangan yang Berantakan, Para Freelancer Sebaiknya Terapkan 4 Kiat Ini