in

Penanganan Minyak Tumpah, Ini Upaya Pertamina

Upaya Penanganan Minyak Tumpah oleh pertamina

Akibat insiden kebocoran minyak saat pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 di anjungan lepas pantai YYA yang dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada Jum’at (12/7/2019) lau memiliki dampak dan buntut yang panjang.

Bagaimana tidak?. Dijelaskan oleh Direktur PT PHE, Meidawati, penanganan minyak tumpah tersebut akan berlangsung hingga tahun 2020 mendatang.

Hingga saat ini, dilansir dari CNN Indonesia, sebanyak 3.965,71 barel tumpahan minyak yang berhasil diangkat dari lepas pantai. Untuk mengangkut tumpahan minyak tersebut, perseroan menggunakan karung yang total beratnya mencapai 4.900 ton. Satu karung beratnya 4,6 kg yang isinya antara lain 10 persen tumpahan minyak, selebihnya berisi pasir dan batu.

Baca juga: Pertamina Berikan Kompensasi Kepada Nelayan Pantai Karawang

Untuk proses penanggulangan insiden tumpahan minyak itu Pertamina juga bekerjasama dengan para nelayan setempat juga masyarakat sekitar serta TNI dan Polri.

Tahap penanganan

Berdasarkan target yang ditetapkan akan selesai pada tahun 2020, penanganan minyak tumpah ini terdiri dari 4 tahap, yaitu

Baca Juga  Bagaimana Kabar Rupiah Setelah Pertemuan Jokowi - Prabowo?

1. Penanggulangan. Tahap ini diprediksi akan selesai hingga bulan Agustus 2019 ini.
2. Pemulihan. Tahap ini diprediksi akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan tahap penanggulangan. Pemulihan ditargetkan dalam waktu 3 bulan. Yaitu September, Oktober sampai November 2019.
3. Pasca pemulihan yang akan selesai hingga Desember tahun ini.
4. Yang terakhir adalah tahap rutin yang akan dimulai pada awal tahun 2020.

Incident Commander Taufik Aditiyawarman menjelaskan upaya penanganan sumur yang bocor masih dilakukan.

Dijelaskan oleh Taufik, terdapat 3 tahap untuk menangani sumur. Pertama, perencanaan dan rancangan teknis. Kedua, survei geofisika dan geoteknikal. Terakhir, eksekusi perencanaan (planning & execution operation).

Hingga saat ini sudah berada di posisi eksekusi yang sudah mencapai 2050 feet dari target 9000 feet.

Untuk menangani tumpahan minyak di permukaan laut, tim menggunakan alat berupa oil boom.

Terdapat 4.700 meter oil boom statis untuk menghadang tumpahan minyak dari sumber utama. Kemudian, ada 600 meter movable oil boom untuk menghadang tumpahan minyak yang lepas dari sumber utama.

Baca Juga  Berencana Membeli Mobil, Perhatikan Tips Berikut!

Pertamina juga menggunakan 4 oil skimmer untuk mengangkat dan menyedot tumpahan minyak. Perseroan juga mengerahkan 44 kapal untuk mengumpulkan tumpahan minyak, penampungan sementara, serta siaga patroli

Tinggalkan Balasan

KTA atau Kredit Tanpa Agunan

Kesalahan yang Biasa Terjadi dalam Kredit Tanpa Angunan

Bisnis masakan jepang di Indonesia

3 Jenis Bisnis Waralaba Makanan Jepang yang ada di Indonesia