in

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Para Perintis Start Up

bekerja di Perusahaan Startup
Group of Diverse People Brainstorming About "Startup"

Pemerintah saat ini sedang giat-giatnya dalam menggenjot pertumbuhan start up di Indonesia. Namun sayangnya, para perintis start up ini seringkali melakukan kesalahan umum yang sama dalam membangun bisnisnya.

Seorang pengusaha dan social media influencer, Gary Vaynerchuck yang mana juga dikenal sebagai Gary Vee memberikan opininya mengenai kesalahan yang sering dilakukan pendiri startup.

Baca juga: Dilema Dibentuknya Kementerian Baru Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif

Target Investor yang Tidak Selinier dengan Bidang Usaha

Kesalahan terbesar yang dibuat adalah menargetkan investor yang tidak berhubungan dengan bidang usaha yang digeluti. Banyak start up mencari investor hanya dengan pertimbangan nama besar investor tersebut. Garry menyarankan para pendiri startup untuk mencari investor yang satu garis dan satu visi dengan apa yang mereka kerjakan saat ini.

“Temukan investor yang telah melakukan apa yang kalian lakukan,” ungkap Gary, dikutip dari Bisnis.

Memilih Teman Kerja yang Kurang Kompeten

Rupanya selain dikenal sebagai pengusaha, Gary juga merupakan seorang investor. Dia menginvestasikan uangnya pada banyak perusahaan dan startup, salah satunya adalah Facebook. Sebagai seorang investor, Garry memandang dua hal penting yang menjadi pertimbangannya menanamkan uang di sebuah perusahaan, yakni wirausahawan itu sendiri dan ide atau konsep bisnis yang diusung.

Baca Juga  FX Institusional Merah Melaporkan Volume Lebih Rendah di FXSpotStream

Gary menambahkan bahwa orang-orang yang dibelakang konsep bisnis justru lebih penting daripada bisnis itu sendiri. Jika dapat dipresentasekan, 51% untuk entrepreneur dan 49% untuk ide atau konsep bisnis.

“Pada beberapa kasus, saya kehilangan banyak uang setelah berinvestasi di sebuah perusahaan] tetapi saya menyukai ide mereka,” tutur Gary.

Baca juga: Isu DMO Batu Baru Dicabut dari BEI Dibantah Oleh ESDM

Khawatir Akan Penilaian Orang Lain

Selain dua hal di atas Gary menambahkan pentingnya kesadaran dan penerimaan diri sebagai entrepreneur. Pasalnya, ketika seseorang benar-bnar menyadari dan menerima siapa dirinya beserta kekurangan dan kelebihannya, dia akan lebih tidak peduli terhadap penilaian orang lain.

Seorang entrepreneur sebaiknya tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain terhadap apa yang tengah ia lakukan. Karena sikap ini tentu akan menghambat seseorang untuk sukses.

“Perasaan tidak takut dihakimi adalah apa yang menjadikan seseorang entrepreneur, dan itu membuat kalian bisa bergerak cepat. Kalian bisa bergerak cepat karena tidak peduli apa kata orang,” ujar Gary.

Baca Juga  Tips Jitu Untuk Memulai Sukses Bisnis Anda!

Baca juga: Suntik Pahala Idul Adha dengan Reksa Dana Syariah

Tinggalkan Balasan

Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub

Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub

Pengaruh Teknologi Terhadap Perkembangan forex

4 Pola Pikir Trading yang Harus Dimiliki Trader