in

Limbah Makanan Bernilai USD 2,5 Triliun

nilai bisnis limbah makanan - Eiliv-Sonas Aceron on Unsplash

Salah satu kontributor meningkatnya krisis iklim adalah limbah makanan. Seperti yang telah dilaporkan oleh PBB, Amerika serikat  (AS) menghasilkan 4,4 gigaton karbon dioksida  setiap tahun. Implikasinya sangat besar. Oleh karena itu, ekonomi mulai menyadari mengapa bisnis perlu memperkenalkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Para ahli memperkirakan nilai total biaya masalah limbah makanan adalah sekitar USD 2,5 triliun per tahun. Jumlahnya berasal dari biaya sosial, ekonomi, dan lingkungan. Biaya besar ini memunculkan gelombang bisnis baru untuk mengambil peluang.

Bisnis Redistribusi Pangan

Bank Makanan adalah salah satu bisnis yang beroperasi dalam redistribusi makanan. Ini adalah perusahaan yang berbasis di Singapura yang mengumpulkan kelebihan makanan dari pemasok. Perusahaan, kemudian, mendistribusikannya kembali ke rumah perawatan dan organisasi amal seperti dapur umum.

Perusahaan bertujuan untuk mengatasi masalah makanan dua kali lipat. Mereka adalah masalah limbah makanan dan kelangkaan makanan. Perusahaan mendorong individu dan perusahaan untuk menyumbangkan kelebihan produk untuk didistribusikan kembali. Perusahaan telah berhasil membangun jaringan 310 badan amal dan 200.000 orang.

Baca Juga  Grabfood Jadi Pendongkrak Kejayaan Grab

Namun, CEO perusahaan ini, Rayner Loi, mengakui bahwa perusahaan masih menghadapi masalah. Dia mengatakan masalah utama yang mereka hadapi adalah mendidik perusahaan untuk membatasi limbah makanan di sumbernya. Masalah ini muncul karena cara pasar telah dipetakan selama bertahun-tahun. Dengan demikian, sistem tidak diatur untuk menanggapi permintaan makanan yang berubah saat ini.

Bisnis Analisis Data

Good For Food adalah perusahaan yang beroperasi dalam membantu pendidikan masyarakat. Ini adalah perusahaan analisis data. Perusahaan ini menawarkan teknologi pelacak ke hotel dan dapur komersial besar. Dalam jangka panjang, perusahaan bertujuan mengurangi limbah makanan dan menghemat biaya.

CEO sekaligus Co-Founder perusahaan ini, menyatakan bahwa perusahaannya melihat bahwa mendidik orang adalah langkah paling penting untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, ia menyebutkan bahwa memberitahu dapur untuk menggunakan kembali barang-barang tertentu atau bahan-bahan tertentu di bagian lain dari menu akan sangat membantu. Misalnya, menggoreng kulit kentang yang berlebihan atau menggunakannya sebagai hiasan.

Loi mengklaim bahwa perusahaan menyediakan 30% hingga 50% pengurangan limbah makanan kepada pelanggan. Selain itu, kemajuan itu hanya terjadi pada pelanggan dengan pengurangan 30% hingga 50% dalam limbah makanan. Selain itu, bahkan memberikan penghematan biaya 3% hingga 8%.

Baca Juga  Manfaat SEO untuk Bisnis Online yang Harus Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

kondisi pengeluaran tak terduga

Awas! Kondisi ini Jadi Biang Pengeluaran Tak Terduga Anda!

Tak ada salahnya jika sedari kecil anak-anak sudah diajak untuk melek berbisnis, meski dengan cara yang masih sederhanaz mempercayakan uang saku, misalnya

Cara Mengajarkan Berbisnis kepada Buah Hati