in

Pantau Perkembangan Bisnis dengan 5 Indikator i ini

Sering disingkat juga sebagai MA, Moving Average adalah indikator analisis teknikal yang paling sering digunakan karena bisa dibilang paling sederhana dibandingkan indikator lainnya.

Bisnis yang semakin lama semakin berkembang tentunya menjadi hal yang selalu diidam-idamkan oleh para pebisnis. Omong-omong soal bisnis yang semakin berkembang, ada pertanyaan menarik yang bisa sama-sama kita diskusikan. Sebenarnya apa sih indikator yang membuat kita bisa dengan yakin menyatakan bahwa “bisnis kita berkembang” atau indikator “bisnis kita tidak berkembang”? berikut penjelasannya dari Temanbisnis:

1. Penjualan/Pendapatan

Penjualan adalah modal utama sebuah bisnis untuk dapat “bertahan hidup” dan berkembang. Hampir semua pebisnis pastinya benar-benar getol terhadap penjualan agar selalu memiliki tren yang positif. Jika tingkat penjualan stabil bahkan semakin tinggi dari satu periode ke periode berikutnya, maka dapat dikatakan kinerja perusahaan sedang baik.

2. Laba/profit

Laba/profit pada bisnis anda memberikan persepsi baru yang belum bisa dihadirkan oleh penjualan/omzet. Hal ini karena saat anda menghitung laba, berarti anda sudah mempertimbangkan pendapatan dan beban usaha karena laba didapat dari pendapatan dikurangi beban.

3. Aset/harta

Aset/harta adalah sumber daya (baik berwujud maupun tidak, berbentuk uang maupun barang) yang dimiliki oleh bisnis kita dan masih produktif untuk menghasilkan penjualan/penghasilan.

Baca Juga  Rupiah Terbang ke Rp14.700 Per Dolar AS

Contoh dari aset adalah: uang kas, uang di rekening bank, persediaan untuk dijual, piutang, mobil operasional, mesin untuk produksi, bangunan kantor, dan sejenisnya.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengatakan bahwa semakin banyak aset yang kita miliki, maka akan semakin besar pula sumber daya yang dapat dikerahkan untuk memperoleh penghasilan/penjualan.

4.  Saldo Kas

Sedikitnya jumlah kas dalam sebuah bisnis bisa berdampak fatal karena membuat bisnis tersebut tidak mampu  membayar beban-beban operasional jangka pendek.

Namun, terlalu tingginya jumlah kas juga berakibat tidak baik karena berarti perusahaan tidak bisa memanfaatkan sumber dayanya secara optimal. Oleh karena itu, setiap pebisnis harus jeli melihat berapa kebutuhan kas bisnisnya setiap bulan.

Kas optimum dari sebuah bisnis biasanya sama dengan jumlah beban operasional&utang jangka pendek (kurang dari 1 tahun) ditambah dengan saldo minimum kas yang harus dimiliki untuk jaga-jaga. Saldo kas minimum ini ditentukan oleh pihak manajemen berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

5.Rasio Total Asset Turnover

Total Asset Turnover (TATO) merupakan sebuah rasio yang biasa dipakai untuk mengukur produktivitas penggunaan aset dalam bisnis kita.

Baca Juga  Bisnis Makanan Anda Gagal? Simak Penyebabnya Berikut

TATO dapat dihitung dengan cara: penjualan bersih / rata-rata total aset, dimana rata-rata total aset adalah (total aset awal tahun + total aset akhir tahun)/2. Dari perhitungan ini, keluarlah angka rasio TATO.

Semakin tinggi TATO, berarti semakin produktif penggunaan aset anda. Untuk mengukur perkembangan bisnis anda, bandingkanlah rasio TATO pada bisnis anda dari tahun ke tahun untuk menilai perkembangan bisnis anda.

Tinggalkan Balasan

Prinsip Pareto (Pareto Principle) adalah sebuah teori yang ditemukan oleh seorang ekonom asal Italia bernama Vilfredo Pareto pada tahun 1896.

Menerapkan Prinsip Pareto Untuk Mempercepat Pertumbuhan Bisnis

pekerjaan sambilan

5 Hal yang Harus Dihindari jika Ingin Kerja Sambilan Anda Sukses