in

Bisnis Keluarga Bisa Bertahan Lama, 5 Kiat Ini Kuncinya!

Tiga puluh persen dari bisnis bernilai miliaran dolar berasal dari perusahaan yang dikelola oleh keluarga. Begitulah penemuan dari sebuah riset Boston Consulting Group (BCG), konsultan kelas dunia. Bisnis keluarga dipandang bisa sukses karena punya kepemimpinan lebih stabil dan terbentuk dari kalangan yang lebih fleksibel.

 

Sayangnya, bisnis keluarga nan besar dan potensial ini punya masa depan yang tidak terlalu baik. Hanya sekitar tiga sampai lima persen bisnis keluarga yang bisa bertahan hingga generasi ketiga. Konflik dan intrik yang menyelimuti usaha keluarga, seringkali membawa kehancuran dari “kerajaan” yang susah payah dibangun dari nol.

 

Untuk memperpanjang usia usaha keluarga Anda, ada lima kiat yang bisa Anda cermati dan coba terapkan. Inilah kunci menuju langgengnya dinasti kemakmuran keluarga Anda.

 

1. Keterbukaan komunikasi

Tidak memiliki metode dan sistem komunikasi yang mumpuni dalam bisnis keluarga adalah malapetaka. Ketimbang berkubang dalam sederet asumsi, berinisiatiflah membangun komunikasi terbuka dengan para anggota keluarga yang terlibat dalam bisnis. Jadikan rapat berkala dalam rentang mingguan dan bulanan sebagai kesempatan untuk saling bicara, menyampaikan ide dan opini, serta menyelesaikan konflik yang timbul.

2. Manajemen sistematis

Demi obyektivitas, perusahaan Anda membutuhkan manajemen yang mampu menggali dan menempatkan kompetensi para anggota keluarga demi berkontribusi optimal pada bisnis. Hal ini meliputi struktur organisasi, pembagian peran dan tugas, alur proses kerja, hingga evaluasi. Pastikan semua terdokumentasi jelas dalam bentuk tertulis sebagai pencatatan resmi.

3. Keterlibatan pihak luar

Perspektif perusahaan akan jadi terbatas jika hanya mengandalkan “mata” para anggota keluarga. Menarik pihak luar untuk membantu operasional dan merancang strategi perusahaan akan memperluas cara pandang dan mengurangi kemungkinan terbenturnya konflik kepentingan. Beberapa contoh area yang dapat menerapkan kiat ini adalah menggunakan jasa konsultan pemasaran dan manajemen, konsultan keuangan serta pajak.

4. Peran generasi penerus

Kelanggengan bisnis keluarga Anda tergantung pada rencana suksesi yang dirancang untuk memastikan usaha terus berjalan sesuai visi dan misi, namun mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Terjunkan para generasi muda, calon penerus bisnis Anda, melalui program magang sejak dini. Partisipasi mereka seawal mungkin akan memberikan pengalaman yang diperlukan kala waktu resmi kerja mereka tiba.

5. Dinamika antar generasi

Adanya beberapa generasi dalam perusahaan keluarga kerap memunculkan perbedaan. Generasi senior menginginkan stabilitas, sementara para junior mengedepankan inovasi sebagai respons terhadap perubahan. Kuncinya, setiap generasi sebaiknya merancang formula dan strategi bisnis yang sesuai dengan masanya serta tidak saklek mengikat sebagai penanda tumbuh kembang bisnis Anda.

 

Baca Juga  Konflik dalam Tim Kerja – Merenggangkan atau Memperkuat Kesolidan Hubungan?

Apa saja strategi yang Anda pilih untuk usaha keluarga Anda, menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan menjaga hubungan baik tetap menjadi sorotan yang penting diperhatikan. Jadikan keluarga sebagai aset perusahaan, bukan sumber perpecahan dan kemunduran, melalui pengelolaan sumber daya yang tepat guna.

Tinggalkan Balasan

7 Langkah Mendaftar Akun Pede (Ponsel Duit)

7 Langkah Mendaftar Akun Pede (Ponsel Duit)

15 BUMN

Dari 8 BUMN, PLN Dapat Suntikan Dana Terbesar di 2020