in

4 Prinsip Menuntaskan Relasi Bisnis Keluarga Bebas Drama

Setiap bisnis memiliki siklus hidup. Ia lahir, tumbuh berkembang, dan pada suatu masa akan berakhir atau mati. Hal ini berlaku pula pada bisnis keluarga, yang mayoritas memiliki siklus lebih pendek, tidak melebihi tiga generasi. Persoalan kian menjadi pelik karena bukan hanya relasi bisnis saja yang berakhir. Keutuhan hubungan dan tali silaturahmi dalam keluarga ikut terguncang karenanya.

 

Ketika badai melanda bisnis keluarga Anda dan sayangnya, Anda tidak berhasil melalui ujian tersebut, ada pekerjaan rumah yang patut diselesaikan. George Isaac, seorang konsultan spesialisasi bisnis keluarga, menyatakan empat faktor kesuksesan bisnis, yang juga bisa jadi panduan Anda dalam menyelesaikan sisa konflik pada usaha yang berakhir.

1. Consideration 

Dalam mengambil keputusan untuk mengakhiri bisnis yang sudah Anda geluti bersama keluarga, bicarakan secara terbuka dengan para anggota keluarga. Libatkan mereka dalam mengumpulkan segala pertimbangan dan alternatif jalan keluar yang sebisa mungkin merupakan win-win solution. Setidaknya, keputusan yang Anda tetapkan, bukanlah buah pemikiran pribadi, namun juga menghargai suara dari para anggota keluarga yang turut membesarkan usaha Anda.

2. Communication

Sebuah salah kaprah terjadi ketika bisnis keluarga goncang dan berakhir, maka para anggota keluarga semacam diasumsikan akan lebih pengertian dan mudah menerima. Komunikasi pun tidak berjalan semestinya karena dianggap kaku dan kurang luwes jika menggunakan pengumuman resmi. Padahal, komunikasi bisnis sepatutnya tetap berjalan profesional, meski konteks perusahaan keluarga berarti ada ikatan emosional yang lebih dalam ketimbang bisnis non-keluarga.

3. Connectivity

Bisnis keluarga boleh saja berakhir, namun tali kekerabatan tidak otomatis ikut tamat. Walaupun kedengarannya sulit, memisahkan antara masalah pekerjaan atau usaha dengan hubungan pribadi mutlak perlu diterapkan. Jagalah supaya tidak membawa kegagalan bisnis ini ke dalam koneksi pribadi di masa kini dan masa mendatang. Jika perlu, bicaralah hati dari ke hati untuk menyelesaikan apa yang masih mengganjal dengan baik-baik.

4. Compensation

Menuntaskan segala perkara secara resmi sesuai legalitas wajib Anda lakukan kala bisnis keluarga usai masanya. Berikan kompensasi sesuai kepada setiap anggota keluarga sesuai porsi kerja dan performa mereka. Meskipun relasi bisnis saat ini berakhir, ada kesempatan di masa depan untuk membangun kembali bisnis ini. Penghargaan yang adil dan sepadan akan membangun respek mereka terhadap Anda.

 

Baca Juga  6 Pedoman Bisnis Orang Jepang yang Harus Anda Tiru

Bisnis keluarga bukanlah panggung drama, namun sebuah kawah candradimuka. Pengalaman memiliki bisnis keluarga adalah modal berharga Anda di tahap selanjutnya. Apakah Anda bermaksud untuk membuat bisnis keluarga kembali dengan formula berbeda atau justru meninggalkan model bisnis ini, pilihan yang Anda ambil tentunya bukan sebuah niat impulsif belaka. 

Tinggalkan Balasan

Langkah Upgrade ke Pede Plus di Aplikasi Pede (Ponsel Duit)

Langkah Upgrade ke Pede Plus di Aplikasi Pede (Ponsel Duit)

Waspada! Banyak Pencurian Uang Lewat Rekening Bank