in

Cara Meningkatkan Penjualan dengan Teknik Perceived Value

perceived value

Setiap pengusaha tentunya menginginkan peningkatan omset penjualannya. Pada umumnya usaha yang dilakukan pengusaha untuk meningkatkan omset, ialah dengan meningkatkan jumlah penjualan produk atau jasanya. Namun tahukah Anda saat ini telah ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, salah satu cara atau teknik perceived value. Secara umum teknik perceived value adalah teknik meningkatkan omset penjualan dengan cara memberikan harga yang lebih tinggi dari produk sejenis. Lalu yang kini menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana caranya meningkatkan penjualan dengan menerapkan teknik Perceived Value tersebut? Simak ulasan PikiranTrader berikut.

1. Jual Produk dengan Harga Tinggi

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan teknik perceived value ini adalah dengan menjual produk dengan harga yang tinggi. Dengan catatan, tentunya Anda wajib pula meningkatkan kualitas produk anda. Sampai saat ini kualitas memang tetap menjadi acuan dan dasar setiap oranguntuk menentukan harga sebuah barang atau produk. Semakin tinggi kualitas barangnya, maka produk Anda bisa disebut layak untuk dihargai mahal. Ini adalah hal yang akan dipercayai dan akan selalu diyakini para konsumen. Anda tak perlu susah payah membujuk konsumen untuk mau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli produk Anda. Karena para konsumen sudah bisa menilai dan memahami mana produk yang memang berkualitas dengan harga mahal dan mana yang tidak. Selin itu, para konsumen ini akan dengan sendirinya rela mengeluarkan uangnya dalam jumlah besar jika memang produk yang Anda jual memiliki kualitas bagus.

Baca Juga  Polemik Bisnis MLM, Halal atau Haram?

Baca Juga: Mau Bisnis Baru Anti “Buntung”? Simak Tips Berikut!

Maka dari itu, tak mengherankan meski suatu barang dibanderol mahal, tetap saja akan ada orang yang membeli. Itu semua disebabkan karena orang menilai barang itu berharga. Jadi meski harus merogoh kocek dalam-dalam, orang tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Jadi apa yang bisa Anda pelajari dari sini? Jawabannya adalah bila memang Anda yakin dengan kualitas produk yang Anda miliki, Anda tak perlu ragu untuk menjualnya dengan harga tinggi. Jangan malah karena takut tak laku, Anda lantas malah memangkas harga produksi barang. Padahal itu adalah blunder besar, selain Anda bisa saja rugi akibat tidak bisa menutup modal produksi, pembeli juga bisa memandang “murahan” barang yang Anda jual. Jika hal ini terjadi, tentu bisa menjadi bumerang dan pukulan tersendiri untuk bisnis Anda.

2. Tunjukkan Fungsi Produk Secara Maksimal

Tidak sedikit pengusaha yang tertipu dengan startegi menurunkan harga yang dijalankannya. Alih-alih mendapatkan konsumen lebih banyak, mereka malah tak kunjung bisa meningkatkan penjualan. Sebuah Fakta dan kenyataan memang menyebutkan tidak semua startegi penurunan harga bisa jitu meningkatkan penjualan. Inilah mengapa para pedagang besar menyarankan bahwa kita tidak perlu pasang harga murah. Maka daripada Anda terlalu fokus pada strategi penurunan harga, akan lebih baik jika Anda berkonsentrasi untuk menambah dan menunjukkan fungsi produk secara maksimal. Mengapa demikian? Tentu saja, ketika konsumen mengetahui fungsi produk secara maksimal, orang akan rela membayar mahal harga produk Anda. Inilah yang kemudian terjadi pada produk ponsel pintar atau smartphone yang memiliki fungsi atau fitur maksimal didalamnya.

Baca Juga  Hidari 5 Pikiran Ini Jika Ingin Sukses Berbisnis!

Baca juga: Menjadi Freelancer? Jawab Dulu Beberapa Pertanyaan Berikut! (Part 2)

3. Berikan Garansi

Siapa yang tak suka membeli barang yang memiliki garansi? Garansi atau timbal balik memang sangat diperlukan oleh para konsumen. Dengan adanya garansi, para konsumen akan merasa nyaman dan aman untuk penggunaan dalam jangka waktu tertentu. Demi mendapatkan garansi ini, tak jarang para konsumen ini tidak mempedulikan harga barang yang mereka beli. Disinilah peluang Anda menerapkan teknik perceived value, di mana Anda bisa memasukkan harga yang tinggi dengan pemberian garansi yang ditawarkan. Dengan adanya garansi, pembeli akan jadi lebih percaya dan produk Anda pun bisa terjual dengan harga yang lebih mahal.

Tinggalkan Balasan

Masih Awal Bulan, Tapi Gaji Sudah Menipis? Ini Penyebabnya!

Contoh Ekonomi Syariah: Investasi Syariah

Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah