in

Cara Mendaftarkan Merek Dagang di Ditjen HKI

mendaftarkan merek dagang
Cara Memilih Perusahaan Sekuritas

Apakah Anda sedang memulai suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan secara pribadi? Jika iya, maka ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai menjalankan bisnis yang sudah disiapkan. Salah satunya adalah mempersiapkan pendaftaran merek dagang Anda. Jika Anda akan berbisnis di bidang waralaba atau franchise, mungkin hal ini tidak terlalu penting untuk dimasukkan ke dalam tahap perencanaan. Namun jika akan memulai sebuah bisnis dengan merek yang Anda ciptakan sendiri, maka Anda wajib mendaftarkan merek dagang terlebih dulu. Di Indonesia, pendaftaran merek dagang telah diatur dalam Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Isinya antara lain soal merek dagang yang bisa diterima untuk didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Lalu bagaimana caranya? Simak ulasan PikiranTrader berikut ini;

Baca juga: Cara Membuat Nomor Seri Faktur Pajak, Untuk Anda Pengusaha Muda

1. Penelusuran Merek

Hal yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menelusuri sebuah merek dagang, sebelum Anda melakukan pendaftaran merek dagang. Hal ini sangat penting untuk menghindari Anda dari penolakan pihak terkait ketika hendak mendaftarkan merek dagang milik Anda. Penelusuran bisa Anda lakukan lewat bantuan Google, atau dengan bertanya langsung pada pihak terkait yang menangani masalah ini. Untuk pendaftaran merek dagang dan juga pertanyaan, bisa Anda ajukan lewat email di website resmi Ditjen HKI.

Baca Juga  Berbisnis Smartphone? Wajib Simak Beberapa Tips Jitu Ini! (Part 2)

2. Persyaratan Pengajuan Permohonan

Setelah Anda mengunjungi website terkait untuk pendaftaran merek, silahkan siapkan persyaratan untuk mendaftarkan merek dagang Anda. Berikut beberapa persyaratan yang biasanya diminta untuk registrasi merek:

  • Pemohon (perusahaan atau Perorangan) mengisi biodata seperti Nama, alamat dan kewarganegaraan.
  • Menyiapkan 30 Contoh merek berukuran maksimal 9 x 9 cm, minimal 2 x 2 cm
  • Menyiapkan daftar barang atau jasa yang diberi merek\
  • Surat Pernyataan kepemilikan dari pemohon
  • Surat Kuasa (jika diperlukan)
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi NPWP (khusus pemohon perusahaan)

3. Prosedur Pendaftaran Merek

Dalam prosedur pendaftaran merek terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengajuan merek oleh pemohon langsung dan melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Ditjen HKI. Pemohon akan mengisi formulir pendaftaran merek dengan berbagai syarat lainnya yang harus dipenuhi seperti surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), etiket merek, surat kuasa khusus, bukti pembayaran pendaftaran merek, dan bukti penerimaan permintaan pendaftaran merek. Setelah ini Ditjen HKI akan memeriksa pendaftaran tersebut, hingga akhirnya terbit sertifikat merek.

Baca Juga  Virtual Hotel Operator (VHO) Terpopuler di Indonesia

Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan dengan Teknik Perceived Value

Tinggalkan Balasan

Fakta dibalik mitos investasi saham

Kenali October Effect, Apakah Saatnya Borong atau Jual Saham?

Keuntungan Trading Forex Bersama Broker SoegeeFX

Keuntungan Trading Forex Bersama Broker SoegeeFX