in

Akibat Virus Corona, Bisnis Traveling Indonesia Terganggu?

investasi safe haven
(C) shutterstock

Kepala Ekonomi Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan bahwa virus Corona berdampak pada beberapa sektor ekonomi di Indonesia, salah satunya adalah bisnis traveling.

” Yang penting terdampak dari ini (visrus corona) adalah bisnis travelling, pesawat, dan lain-lain,” ujar Andy dilansir dari CNNIndonesia.

Namun Andy belum bisa memperkirakan seberapa besar dampaknya. Pasalnya, ini bergantung pada Penanganan dan antisipasi dari pemerintah China serta negara lainnya dalam beberapa waktu ke depan.

“Mungkin ada (dampak ke Indonesia), tapi dampaknya sih saya rasa tidak signifikan. Apalagi Indonesia lebih berjarak dengan negara-negara di kawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies/ASITA) Budijanto Ardiansjah memperkirakan sektor wisata Indonesia menjadi yang paling terancam dengan penyebaran Virus Corona saat ini. Apalagi, Indonesia dan China merupakan mitra di sektor wisata.

“Dampaknya sudah mulai terasa (di Indonesia). Pemerintah saat ini cukup dilematis karena disatu sisi kita (Indonesia) mengharapkan wisatawan China, tapi disisi lain saat ini ada wabah virus Corona,” tutur Budijanto.

Baca Juga  Corona Menghantui, IHSG Diperkirakan Melemah

Apalagi, sambungnya, sudah ada pengalihan rute penerbangan dari Indonesia ke China. Bahkan Indonesia juga mulai melakukan pembatasan bagi wisatawan China untuk menginap di Tanah Air.

Budjanto menilai pembatasan penerbangan dan kunjungan wisatawan masih akan terjadi untuk tiga sampai enam bulan ke depan. Dengan estimasi ini, ia memperkirakan kunjungan wisatawan China ke dalam negeri akan menyusut sampai separuhnya. Padahal, rata-rata pengeluaran turis China di Indonesia sekitar US$1.000 per kunjungan atau Rp14 juta per kunjungan (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Baca juga: Virus Corona Mempengaruhi Ekonomi RI

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 29 Januari 2020

Waktu Yang Efisien Dalam Trading