in

Peluang Bisnis Hotel dan Penginapan di Tengah Pendemi Covid-19

Peluang Bisnis Hotel dan Penginapan di Tengah Pendemi Covid-19
Kamar hotel (C) SHUTTERSTOCK

Para pebisnis hotel dan penginapan turut merasakan dampak akibat pandemi covid-19 (virus corona) saat ini. Wajar jika mereka kemudian mengeluhkan nasib bisnisnya. Lalu, bagaimana peluang bisnis hotel dan penginapan ini bertahan?

Tadinya, sektor pariwisata di Indonesia tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Maklum, negeri ini merupakan lokasi yang bisa dibilang surganya para wisatawan. Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mereka tinggal tunjuk saja.

Hebatnya, pariwisata Indonesia juga didukung oleh keberadaan hotel dan penginapan yang turut tumbuh subur. Mereka yang ingin bermalam di kota-kota tertentu untuk menikmati waktu liburan lebih dari sehari pun tak perlu bingung. Hotel dan lokasi wisata ini menjadi sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan.

Kelebihan dan Risiko Bisnis Hotel dan Penginapan

Bisnis hotel dan penginapan punya kelebihan dan risiko, sama halnya dengan bisnis-bisnis lainnya. Kelebihan ini yang harus dimaksimalkan oleh pebisnis untuk mendatangkan keuntungan, sedangkan risikonya yang harus diminimalisir untuk mencegah kerugian.

Bisa dibilang, bisnis hotel dan penginapan sebagai jasa yang tak ada matinya. Selama sektor pariwisata berjalan dengan baik, maka sektor akomodasi seperti perhotelan ini ikut hidup. Kedua sektor tersebut memang tak bisa dipisahkan satu sama lain.

Baca Juga  Pantau Perkembangan Bisnis dengan 5 Indikator i ini

Segmen pasar bisnis ini juga bukan cuma para wisatawan. Mereka para pebisnis, pengusaha, dan pejabat yang sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota juga berpotensi menjadi sumber pendapatan hotel dan penginapan. Jika wisatawan bisa digaet pada akhir pekan, maka segmen pasar lainnya itu biasanya menginap pada hari kerja.

Selain segmen pasar yang beragam, bisnis ini juga memiliki kelebihan lain. Sebagaimana bisnis properti, nilai bangunan dan tanah hotel semakin tahun akan semakin meningkat. Tak adanya penyusutan inventaris utama bisnis ini tentu menjadi kelebihan tersendiri. Namun, tentu saja tetap dibutuhkan biaya perawatan.

Melemahnya sektor pariwisata menjadi risiko utama bisnis hotel ini. Berkurangnya wisatawan yang datang ke daerah tempat hotel berada tentu menjadi malapetaka bagi kelangsungan eksistensi hotel. Meski hanya ada di akhir pekan, okupansi tamu kelompok wisatawan ini lebih banyak dari segmen pasar lainnya.

Bencana seperti kebakaran, banjir dan lain-lain turut menjadi risiko yang harus dihadapi para pebisnis hotel dan penginapan. Bencana memang tak bisa ditolak, tapi bagaimana mengatasinya bisa dipersiapkan sejak dini.

Baca Juga  Gig Economy Mempengaruhi Kinerja Milenial, Benarkah?

Cara Pebisnis Hotel dan Penginapan Bertahan

Para pebisnis hotel dan penginapan masih punya peluang untuk bertahan di tengah pandemi covid-19. Anda masih bisa memaksimalkan potensi pemasukan yang bisa dibilang minim tersebut.

Mungkin saja ada imbauan untuk tidak menerima tamu dari pemerintah daerah di tengah wabah ini. Mungkin saja, memang tak ada tamu yang datang untuk berwisata atau melakukan perjalanan dinas. Praktis, fasilitas ruang rapat dan pusat kebugaran yang biasa disewakan pun tak bisa mendatangkan pundi rupiah. Maka, lupakan poin ini untuk bisa mendulang keuntungan.

Yang bisa dilakukan pebisnis hotel adalah memaksimalkan keberadaan restoran yang dimiliki. Kalau menerima tamu yang ingin makan di tempat pun tak diizinkan, maka pebisnis hotel bisa membuat program khusus seperti drive true atau layanan pesan antar. Keberadaan aplikasi yang melayani pembelian makanan secara online. Selamat mencoba!

Peluang Usaha Rental Mobil di Tengah Pendemi Covid-19

Peluang Usaha Rental Mobil di Tengah Pendemi Covid-19

bursa Asia menguat karena sentimen positif

Proyeksi Laju IHSG di Perdagangan Hari Ini