in

Peluang Usaha Jual-Beli Mobil Bekas di Tengah Pendemi Covid-19

Peluang Usaha Jual-Beli Mobil Bekas di Tengah Pendemi Covid-19
Mobil bekas (C) SHUTTERSTOCK

Apakah Anda seorang pengusaha jual-beli mobil bekas? Apakah Anda merasa terdampak pandemi covid-19 (virus corona)? Lalu, bagaimana peluang para pengusaha ini untuk bertahan di tengah pandemi?

Tak semua masyarakat di Indonesia mampu membeli mobil baru dengan harga tunai, atau pun secara kredit (mencicil). Masyarakat kelas dua yang tak mampu membeli mobil baru, biasanya memilih membeli mobil bekas. Peluang inilah yang dilirik oleh para pengusaha jual-beli mobil bekas.

Pertimbangan mereka yang membeli mobil bekas biasanya karena harganya yang lebih murah ketimbang mobil baru. Harga murah itu karena dipengaruhi oleh faktor pasti menyusutnya harga/nilai jual kembali kendaraan seperti mobil dan sepeda motor.

Selain itu, mereka yang membeli mobil bekas daripada kredit mobil baru biasanya mempertimbangkan soal riba. Mereka tak mau terlilit riba yang bakal menjerat siapa saja yang membeli barang secara kredit. Memang, mobil baru yang dibeli secara kredit harganya bisa dicicil tiap bulannya. Sekilas meringankan, tetapi jika dihitung harga belinya jauh lebih mahal ketimbang membeli tunai. Nah, mobil bekas menjadi solusi terbaik bagi segmen pasar satu ini.

Baca Juga  Syarat Ikut Mudik Gratis Ala Kemenhub, Simak Yuk Agar Tak Kehabisan Kursi

Kelebihan dan Risiko Usaha Jual-Beli Mobil Bekas

Usaha jual-beli mobil bekas memiliki sejumlah kelebihan dan risiko, seperti jenis usaha lainnya. Sebagai pengusaha, Anda harus memahaminya, agar dapat memaksimalkan kelebihan dan meminimalisir risiko tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, segmen pasar usaha ini sudah jelas. Ini menjadi salah satu kelebihan usaha tersebut. Anda tinggal memetakan masyarakat kelas dua yang biasanya minatnya lebih tinggi untuk membeli mobil bekas. Petakan pula seberapa besar mereka yang ingin membeli mobil bekas secara tunai ketimbang mobil baru tapi kredit.

Risiko yang harus ditanggung oleh pengusaha jual-beli mobil bekas salah satunya adalah penyusutan harga/nilai jual mobil tiap tahunnya. Karena penyusutan harga/nilai tersebut, pengusaha harus jeli dan memiliki tenggat waktu yang pasti untuk menjual setiap item mobil bekasnya. Jangan sampai harga mobil bekas itu terus menurun ketika tidak segera laku.

Cara Pengusaha Jual-Beli Mobil Bekas Bertahan

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, diakui atau tidak, pengusaha jual-beli mobil bekas juga ikut terdampak. Besar atau kecil dampaknya, tetap saja harus dihadapi dan dicarikan cara untuk si pengusaha dapat bertahan.

Baca Juga  Ingin Bisnis Tanaman Hias? Berikut Tipsnya

Minat dan daya beli masyarakat dipastikan menurun di tengah wabah ini. Apalagi mobil, meski bekas, termasuk barang mewah yang tidak semua orang mampu membelinya. Di tengah pandemi kali ini, barang mewah tak terlalu menjadi prioritas bagi kebanyakan orang. Mereka lebih memilih mengalokasikan uangnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan untuk kesehatan.

Mengatasi minat dan daya beli masyarakat, yang bisa dilakukan si pengusaha di tengah pandemi covid-19 saat ini adalah meningkatkan promosi. Anda bisa menggalakkan promosi konvensional dengan mengandalkan sales marketing yang terjun langsung ke daerah-daerah. Bisa juga mempromosikan melalui media sosial dengan memaksimalkan luasnya jangkauan internet. Selamat mencoba!

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 20 April 2020

IHSG terpuruk karena harga minyak amblas

IHSG Terpuruk Karena Harga Minyak Amblas