in

Ekspansi McDonald’s dari Amerika Serikat ke Indonesia

Ekspansi McDonald's dari Amerika Serikat ke Indonesia
Logo McDonald's (C) SHUTTERSTOCK

Ekspansi McDonald’s dari Amerika Serikat ke Indonesia diketahui sejak 30 tahun silam. Bisnis restoran cepat saji itu pertama kali hadir di Indonesia ditandai dengan berdirinya gerai di Mal Sarinah Jakarta yang kemudian dikenal dengan nama McD Sarinah.

Di negara asalnya, kisah perjalanan sejarah McDonald’s berawal dari suatu hari pada tahun 1917, ada seorang remaja yang berasal dari Illinois, AS bernama Ray Kroc. Remaja 15 tahun itu terpaksa berbohong soal usianya saat ingin bergabung dengan Palang Merah sebagai sopir ambulans. Namun, Perang Dunia I berakhir lebih cepat sebelum masa pelatihannya berakhir. Perang Dunia I yang terpusat di Eropa dimulai 28 Juli 1914 dan berakhir 11 November 1918.

Usai perang, Kroc yang bekerja serabutan; suatu ketika pada 1954, mengunjungi sebuah restoran bernama McDonald’s Bar-B-Q di San Bernardino, California. Restoran kecil yang memiliki beberapa Multimixer itu sukses dikelola oleh McDonald bersaudara, yakni Dick dan Mac McDonald. Kroc tertarik pada sederhananya McDonald bersaudara menyajikan menu burger, kentang goreng, dan minuman, yang membuat mereka bisa fokus pada kualitas dan cepatnya layanan. Suatu ketika, McDonald’s mencari agen waralaba baru. Peluang emas itu tak disia-siakan Kroc.

Baca Juga  McD Sarinah Tutup Mulai 10 Mei 2020, Bangkrut?

Dalam sejarah McDonald’s di situs resmi perusahaan dikisahkan, pada tahun 1955, Kroc mendirikan McDonald’s System Inc., sebagai cikal bakal dari McDonald’s Corporation. Selang enam tahun kemudian, Kroc membeli hak eksklusif untuk nama dan sistem operasi McDonald. McDonald telah menjual hamburger ke-100 juta-nya pada tahun 1958. Pencapaian luar biasa itu kuncinya adalah dengan menitikberatkan pada kualitas, layanan, kebersihan, dan nilai.

Kroc adalah orang di balik kesuksesan McDonald’s Corporation menjelma sebagai salah satu restoran cepat saji terbaik, bahkan mengklaim menjadi yang terbesar di dunia. Majalah Time sempat memasukka Kroc sebagai salah satu dari 100 orang pendiri dan raksasa industri yang paling berpengaruh sebelum meninggal dunia pada pada 14 Januari 1984. Kini, lebih dari tiga dekade berlalu sejak mangkatnya Kroc, McDonald’s mempunyai ribuan restoran yang berdiri di lebih dari 100 negara di dunia, termasuk Indonesia.

McDonald’s Melantai di Bursa Saham pada 1965

Saham perusahaan McDonald’s tercatat (listing) di New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street dengan kode saham MCD. Kode iru yang kemudian populer untuk menyebut McDonald’s.

Untuk pertama kalinya McDonald’s melepas saham (initial public offering/IPO) pada 21 April 1965 dengan harga US$ 22,50/saham. Saham MCD di NYSE tercatat diperdagangkan di level USD 181,12/saham (naik 2,36%) pada penutupan perdagangan 7 Mei 2020. Dengan asumsi kurs Rp15.500/USD, maka kenaikan nilai saham mereka setara dengan Rp2,8 juta/saham.

Baca Juga  Cara Menjadi Mitra Waralaba McDonald's Indonesia

Dalam laman perusahaan tercatat sejak IPO hingga kini sudah 12 kali mereka melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split. Sementara, kapitalisasi pasarnya sekarang pun sudah mencapai USD 134,48 miliar atau Rp2.084 triliun.

Ekspansi McDonald’s ke Indonesia Dimulai Tahun 1991

Lisensi McDonald’s di Indonesia dipegang oleh PT Rekso Nasional Food (RNF). McDonald’s membuka gerai pertama kali di Indonesia di Mal Sarinah Thamrin pada 14 Februari 1991. Sempat harus pergi dari mal ini pada 2009, McDonald’s akhirnya kembali lagi ke Sarinah pada 2011 setelah memenangkan proses tender.

Gerai pertama McDonald’s di Indonesia itu terpaksa harus ditutup pada 10 Mei 2020 lantaran kebijakan dari manajemen Mal Sarinah. Melalui surat resmi yang diterima oleh manajemen McDonald’s Indonesia pada Jumat, 1 Mei 2020, manajemen Sarinah berniat merenovasi gedung dan akan melakukan perubahan strategi bisnis pada bangunan punya pemerintah tersebut.

PT Rekso Nasional Food sebagai pemegang lisensi memimpin ekspansi McDonald’s di Indonesia. RNF sendiri merupakan anak perusahaan Rekso Group di bawah bendera PT Anggada Putra Rekso Mulia. Dalam laman resmi McDonald’s Indonesia tercatat, RNF menandatangani Master Franchise Agreement dengan McDonald’s International Property Company (MIPCO) pada 2009. Mereka mendapatkan izin untuk mengoperasikan semua restoran dengan brand McDonald’s dan membuka restoran baru di seluruh Indonesia. Kini, RNF sudah memiliki lebih dari 200 gerai McDonald’s yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 14.000 karyawan.

Baca Juga  Harga Jual Emas Antam Melambung

RNF cuma satu dari sekian banyak anak perusahaan Grup Rekso. Dalam laman resmi grup tersebut dijelaskan, selain RNF, mereka punya anak usaha lain seperti PT Sinar Sosro (Sosro), PT Gunung Slamat (produsen Teh Cap Botol), dan beberapa anak usaha di bidang properti dan kemasan.

Soegiharto Sosrodjojo merupakan sosok di balik Grup Rekso, yang dibantu oleh kelima anaknya. Mereka adalah Peter Soekianto Sosrodjojo, Joseph Soewito Sosrodjojo, Richard S. Sosrodjojo, Kurniati Sosrodjojo dan Sukowati Sosrodjojo. Si bungsu Sukowati inilah yang menjalankan RNF dengan ratuasan gerai McDonald’s-nya di Indonesia.

3 Kiat Cerdas Mengelola Keuangan

3 Kiat Cerdas Mengelola Keuangan

Gerai McD Sarinah Ditutup, Ini 3 Pelajaran Berharga Bagi Pebisnis

Gerai McD Sarinah Ditutup, Ini 3 Pelajaran Berharga Bagi Pebisnis