in

Laba Sari Roti Dikabarkan Naik 20 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

Laba Sari Roti Dikabarkan Naik 20 Persen di Tengah Pandemi Covid-19
Sari Roti (C) SHUTTERSTOCK

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menjadi satu dari sedikit perusahaan yang ‘ketiban durian runtuh’ di tengah pandemi covid-19 (virus corona) ini. Sebab, laba Sari Roti dikabarkan naik 20 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dilansir dari Wartaekonomi, pada empat bulan pertama tahun 2020, keuntungan PT Nippon Indosari Corpindo dari produk Sari Roti-nya meningkat hingga Rp77,8 miliar. Sekretaris Perusahaan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Sri Mulyana menyebut kenaikan ini tak lepas dari meningkatnya penjualan bersih.

Menurut data perusahaan, penjualan bersih Sari Roti diklaim mencapai Rp912,9 miliar, atau tumbuh 15,3 persen. Bukan cuma volume penjualan bersih di retail modern saja yang diklaim meningkat, tapi juga di penjualan secara tradisional, melalui sales keliling salah satunya.

Menurutnya, pada kanal penjualan tradisional perseroan terus menjalin kerjasama dengan mitra usaha. Hal ini memicu keberhasilan tumbuh 26,1 persen dibandingkan tahun lalu dengan penjualan Rp227 miliar pada kuartal I 2020.

“Sedangkan di kanal modern membukukan penjualan bersih Rp657 miliar atau setara peningkatan 13,5 persen melalui fokus pada produk unggulan dan meningkatnya penetrasi pasar khususnya gerai minimarket,” kata Sri Mulyana dalam keterangan resmi.

Baca Juga  Peluang Bisnis Pulsa dan Paket Internet di Tengah Pandemi Covid-19

Keberhasilan itu membuat perseroan bisa mempertahankan margin laba kotor Q1 2020 pada kisaran 56,4 persen. Ebitda pun mengalami peningkatan hingga 18,3 persen sebagai efek positif dari kinerja produksi unggul dan efisiensi operasional yang dijalankan bos Sari Roti secara berkesinambungan.

Pandemi Corona Picu Laba Sari Roti Dikabarkan Naik

Diakui atau tidak, pandemi corona ini turut berperan meningkatkan laba Sari Roti di kuartal pertama tahun 2020. Seperti diketahui, peningkatan laba pasti salah satunya disebabkan oleh meningkatnya omzet penjualan.

Analisanya sederhana saja. Pandemi ini memaksa masyarakat untuk berdiam diri di rumah, belajar di rumah, bekerja dari rumah, beribadah di rumah. Alhasil, kebutuhan pokok harus dipenuhi selama ‘mengkarantina diri’ di rumah. Terlebih, di sejumlah kota dan kabupaten sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Roti sebagai salah satu barang subtitusi untuk makanan pokok nasi, mendadak menjadi populer di kalangan masyarakat. Beruntung, Sari Roti punya sales keliling sebagai garda terdepan penjualan. Harus diakui, merekalah yang jadi salah satu faktor meningkatnya omzet roti ini belakangan. Sebab, warga yang berdiam diri di perumahan, merasa tak perlu ke mana-mana ketika kebutuhan ‘makanan pokok’ untuk mengganjal perutnya terpenuhi oleh para sales yang siap jemput bola dari pintu ke pintu.

Baca Juga  Yuk Menjadi Pebisnis di Bulan Ramadhan!

Sari Roti Berencana Menambah Pabrik Anyar

Sri Mulyana menjelaskan, pihak perseroan berencana menambah pabrik anyar dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan demi merespon potensi pertumbuhan bisnis roti di Tanah Air. Potensi itu mampu mereka tangkap dari meningkatnya laba kuartal pertama tahun 2020.

Saat ini, Sari Roti diproduksi di 14 pabrik, di mana ada 13 pabrik yang lokasinya berada di sejumlah daerah strategis di Indonesia, dan satu pabrik lagi berada di Filipina.

Pabrik roti baru rencananya berlokasi di Pekanbaru dan Banjarmasin yang diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2020. Modal yang sudah kami pakai Rp115,3 miliar atau setara 28,8 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp400 miliar,” tandasnya.

Pentingnya Menyiapkan Dana Kesehatan saat Lebaran

Pentingnya Menyiapkan Dana Kesehatan saat Lebaran

blt dana desa

BLT Dana Desa Baru Diterima 2,46 Juta Warga