in

Pelajaran dari Kasus Geprek Bensu, Pentingnya Melindungi Merek Dagang

Pelajaran dari Kasus Geprek Bensu, Pentingnya Melindungi Merek Dagang
Geprek Bensu (C) @Ruben_Onsu

Ada sejumlah pelajaran dari kasus Geprek Bensu yang melibatkan Benny Sujono melawan artis Ruben Onsu. Namun, yang patut digarisbawahi adalah pentingnya melindungi merek dagang usaha Anda.

Sebelumnya, Ruben melayangkan gugatan kepada PT Ayam Geprek Benny Sujono selaku pemegang merek I Am Geprek Bensu, yang menurutnya sama dengan Geprek Bensu milik sang artis. Mahkamah Agung menolak gugatan Ruben Onsu atas kepemilikan merek dagang “Geprek Bensu”. Penolakan itu tertuang dalam Putusan Nomor 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst.

Belajar dari kasus ini, Anda yang ingin memulai usaha di bidang apapun, tak hanya kuliner, sebaiknya memerhatikan sejumlah hal penting. Salah satu yang terpenting adalah mendaftarkan merek dagang Anda ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham. Terlebih jika Anda menggunakan merek dagang yang Anda buat sendiri.

Dilansir dari Indozone, Kepala Bagian Humas DJKI Fajar Sulaiman menjelaskan, sebagian besar pebisnis, terutama pemula, tak terlalu perhatian pada pentingnya pendaftaran merek dagang. Mereka kebanyakan berpikir lebih baik menjalankan bisnis terlebih dulu, baru nanti dalam jangka waktu tertentu mendaftarkan merek dagang mereka ke lembaga terkait.

Baca Juga  Peluang Usaha di Musim Hujan yang Menguntungkan

“Kadang UKM yang baru mulai kecil-kecilan berpikir, ngapain sih didaftarkan bayar Rp2 juta, buat apa kita daftar. Ternyata kan kita gak tau ke depan, ternyata usahanya bagus. Si owner itu lupa karena sibuk dengan bisnisnya, tiba-tiba ada orang lihat kesempatan itu dan dia daftarkan. Kan kita akan kehilangan momen itu, kita rugi. Rugi dari customernya kita, rugi dari nama yang kita punya dan dia mau mengakui ini milik dia ya gak bisa, karena ini belum didaftar,” kata Fajar.

3 Pelajaran dari Kasus Geprek Bensu

Fajar mengatakan, ada tiga aspek yang diperhatikan DJKI berhubungan dengan merek dagang terkait kasus Geprek Bensu. Aspek itu antara lain database, komersialisasi dan penegakan hukum.

“Jadi kalau di database, orang itu tidak mendaftar, berarti tidak ada data di kita, kemudian bagaimana kita bisa melindungi merek mereka kalau mereka tidak daftar. Padahal di satu sisi, kalau mereka daftar kan sebenarnya komersialisasi mereka bagus, dilindungi negara. Jadi kalau nanti ada yang meniru, sementara dia sudah daftar, dia bisa laporkan ke penyidik kita. Kekuatannya di situ,” imbuhnya.

Baca Juga  3 Tips Meningkatkan Kredibilitas Produk Olshop

Biaya Pendaftaran Sebuah Merek Dagang

Menurut Fajar, biaya untuk mendaftarkan sebuah merek dagang tidaklah mahal. DJKI mengenakan biaya yang relatif murah, Rp2 juta seperti yang sudah dikatakannya.

Namun demikian, Fajar mengakui bahwa untuk mendaftarkan sebuah merek dagang butuh proses yang agak memakan waktu. Dari awal pengajuan hingga terbit sertifikat, pemohon harus menunggu hingga dua bulan.

“Perlindungannya untuk merek itu 10 tahun. Nanti setelah 10 tahun, itu wajib diperpanjang lagi,” pungkasnya.

Bu Susi tidak ada di Daftar Kabinet

Bisnis Susi Pudjiastuti Hampir Bangkrut Saat Pandemi Covid-19

hotel dan restoran ramai

New Normal, Optimis Hotel dan Restoran Ramai