in

Pandemi Covid-19 Paksa Produksi Batu Bara Turun 10 Persen

4 perusahaan tambang batubara di Indonesia dari film sexy killers

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia menyebut produksi batu bara mengalami penurunan 10 persen. Pada Mei 2020, produksi batu bara hanya menghasilkan 230 juta ton. Padahal, sebelumnya pencapaian produksi batu bara mencapai 250,3 juta ton pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Dalam diskusi virtual yang digelar BNPB, Selasa (23/6), Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Minerba, Irwandy Arif menjelaskan realisasi produksi itu cuma 42 persen dari yang ditargetkan sebelumnya. Kementrian ESDM sempat menargetkan realisasi produksi batu bara di awal tahun 2020 bisa menembus angka 550 juta ton.

“Memang batu bara ini penurunannya sampai dengan Mei 2020 produksinya turun 10 persen dibanding periode yang sama tahun 2019,” kata Irwandy dilansir CNN Indonesia.

Penyebab dan Solusi Produksi Batu Bara Turun

Irwandy berkilah, menurunnya produksi batu bara itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Menurutnya, faktor yang utama adalah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia.

Kementerian ESDM pun sudah menyiapkan langkah sebagai solusi. Pertama, dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara.

Baca Juga  Bisnis Joki Game Online? Simak Dulu Tips-Tips Berikut

“Permen ini nantinya memungkinkan perusahaan untuk mengajukan perubahan atau peningkatan rencana produksi untuk ke depan,” imbuhnya.

Dampak Selain Penurunan Produksi

Selain berdampak pada penurunan produksi, Irwandy menyebut pandemi covid-19 juga berdampak lain. Harga komoditas batu bara pun dilaporkan mengalami penurunan.

Pada awal Juni, Kementerian ESDM menetapkan Harga Batu bara Acuan (HBA) untuk bulan Juni sebesar USD52,98 per ton. Harga itu tercatat merosot 13,3 persen dari catatan Mei, USD61,11 per ton.

Penurunan harga itu menurutnya disebabkan oleh minimnya permintaan batu bara dari India dan Tiongkok yang selama ini butuh persediaan batu bara dalam jumlah besar untuk kebutuhan dalam negeri.

HBA sendiri sempat menguat 0,28 persen ke level USD67,08 per ton pada Maret lalu ketimbang Februari yang harganya USD66,89 per ton. Namun, pada April HBA kembali melorot ke angka USD65,77 per ton.

“Kalau kita lihat di sini pertama sudah ada penurunan harga batu bara, kemudian investasi dan project-project baru dalam rangka peningkatan efisiensi ini otomatis berhenti karena tenaga kerja dan pendanaan dan sebagainya terganggu,” pungkasnya.

Baca Juga   5 Dampak Positif Sosial Media Untuk Bisnis Online Anda
Harga Emas melonjak rekor

Harga Emas Rekor, Keuntungan Capai 15,8 Persen

Nadiem Makarim pendiri GoJek

Rp3,2 Triliun dari Nadiem Makariem untuk Sekolah Terdampak Covid-19