in

Gara-gara Covid-19, Pendapatan Nike Turun 38%

Gara-gara Covid-19, Pendapatan Nike Turun 38%

Pendapatan Nike turun 38% menjadi USD6,31 miliar atau Rp88,3 Triliun (dengan kurs Rp14 ribu) pada kuartal I tahun 2020. Penurunan pendapatan merek pakaian dan sepatu olahraga terkenal itu diklaim gara-gara pandemi covid-19 (virus corona).

Sebelumnya, Nike mencatatkan pendapatan sebesar USD10,18 miliar atau Rp142,52 triliun pada tahun 2019 lalu. Dilansir dari CNBC, jumlah penjualan Nike merosot sebesar 38% dari tahun sebelumnya. Rinciannya, penjualan sepatu Nike turun 35%, pakaian jadi turun 42%, sedangkan pendapatan peralatan olahraga juga turun 53%.

Selain fakto utama pandemi covid-19 ini, ada sejumlah faktor yang memengaruhi situasi yang memaksa perusahaan merugi. Pertama, banyaknya gerai resmi yang tutup sementara, baik di negara pusatnya, Amerika Serikat, maupun seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Faktor pertama itu sangat berpengaruh, dan mengakibatkan persediaan barang di gudang Nike menumpuk. Tentu saja, hal ini membebani laba perusahaan. Hal ini diperburuk banyaknya mitra grosir seperti yang ada di pusat perbelanjaan yang tidak diizinkan beropersi di tengah pandemi. Tentu saja, hal itu membuat gudang menerima sedikit sekali pesanan untuk pakaian dan sepatu.

Baca Juga  PLN Merugi Rp38,8 Triliun di Kuartal I 2020

Pendapatan Nike Turun, Saham Ikut Anjlok

Situasi yang sama menimpa saham Nike, yang terbaru tercatat merosot hingga 4%. Kerugiannya dilaporkan mencapai USD790 juta atau sekitar Rp11,06 triliun di pasar saham.

Hingga 31 Mei, jumlah itu tercatat sekitar USD51 sen per saham. Sekadar pembanding, tahun lalu Nike sukses meraup laba bersih USD989 juta atau Rp13,84 triliun, atau untung USD62 sen per sahamnya.

 

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

 

emas tetap diminati

Investasi Emas Terus Diminati, Kok Bisa?

Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%

Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%