in

Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%

Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%

Pandemi covid-19 benar-benar menyerang segala bidang ekonomi dan bisnis, tak terkecuali produsen alat olahraga asal Jerman, Adidas. Dilaporkan, laba Adidas anjlok 93% pada kuartal I tahun 2020.

Dilansir dari Reuters, Adidas mencatatkan mengalami penurunan laba operasional menjadi 65 juta euro, atau setara Rp1,08 triliun (kurs Rp16.762 per euro). Penjualan mereka juga menurun menjadi 4,75 miliar euro (Rp79,6 triliun), atau menurun 19 persen.

Saat ini, pihak Adidas menyebut 60 persen bisnisnya dalam kondisi terhenti. Diklaim, lebih dari 70 persen toko Adidas di seluruh dunia ditutup sementara di tengah pandemi covid-19. Hal ini diperburuk oleh ditunda dan dibatalkannya perhelatan olahraga besar dunia, seperti Olimpiade dan Liga Eropa yang turut berpengaruh terhadap pemasukan mereka.

Memang, penjualan melalui kanal e-commerce dilaporkan mengalami kenaikan pesat, khususnya di China. Kenaikan itu mencapai 35%. Meski demikian, pemasukan dari penjualan online tak cukup untuk menyelamatkan anjloknya penjualan di toko resmi. Ppenjualan online pada tahun 2019 lalu cuma menyumbang 13 persen dari total penjualan Adidas di seluruh dunia.

Baca Juga  Tangguh di Tengah Pandemi, Laba FIF Group Naik 11,4 Persen

Pelajaran Setelah Laba Adidas Anjlok

Ada pelajaran yang dipetik Adidas setelah mengalami penurunan laba pada kuartal I tahun 2020. Salah satunya celah yang bisa dijadikan momen bangkit di kuartal selanjutnya.

Celah untuk mengambil keuntungan itu adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebugaran dan kesehatan. Sebab, meski laba menurun, Adidas membuat rekor penjualan matras yoga, yang diprediksi karena banyaknya orang yang memilih berolahraga di rumah.

Untuk mengatasi melimpahnya ketersediaan barang di gudang, Adidas berencana menjualnya dengan harga diskon. Ini mereka lakukan untuk mengurangi prosentase kerugian pada kuartal selanjutnya. Sejumlah barang menumpuk itu akan dijual murah melalui mitra-mitra, laman resmi Adidas, dan toko outlet.

 

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Gara-gara Covid-19, Pendapatan Nike Turun 38%

Gara-gara Covid-19, Pendapatan Nike Turun 38%