in

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi

Ternyata tak semua perusahaan babak belur diterjang hantaman pandemi covid-19. Buktinya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kalem saja. Laba Adira Finance malah tercatat tumbuh di tengah pandemi ini.

Bisnis pembiayaan itu mengklaim laba bersih setelah pajak Rp520,1 miliar pada kuartal I tahun 2020. Nilai tersebut tercatat tumbuh 12,28% year on year (yoy) dari catatan mereka pada kuartal yang sama di tahun 2019 sebesar Rp463,2 miliar.

Pencapaian laba bersih itu ditopang oleh peningkatan piutang pembiayaan sebesar 4% yoy menjadi Rp54,7 triliun. Sebelumnya, pembiayaan baru mengalami penurunan 11% yoy menjadi Rp8,4 triliun jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.

Karenanya, perusahaan pembiayaan itu sukses mencatatkan kenaikan pendapatan bunga sebesar 5,5% yoy. Pendapatan bunga yang mereka raup menjadi Rp3,1 triliun, meskipun biaya bunga naik 6,4% yoy menjadi Rp1,2 triliun.

Naiknya biaya bunga itu membuat pendapatan operasional naik 8,7% yoy menjadi Rp2,1 triliun. Beban operasional juga ikut naik 7,0% yoy, menjadi Rp969 miliar. Raihan itu membuat rasio ROA dan ROE perusahaan turut mengalami kenaikan ketimbang kuartal pertama tahun lalu menjadi 6,1% (ROA) dan 28,5% (ROE).

Baca Juga  Terlemah dalam Sejarah, Rupiah Tembus Rp15.400/US$

Faktor Lain Penyebab Naiknya Laba Adira Finance

Adira Finance juga mencatatkan peningkatan NPL dari 1,7% menjadi 1,8%. Pencapaian itu didapat dari piutang yang dikelola pada kuartal I tahun 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, Gearing Ratio turun menjadi 3,0x dari 3,5x pada kuartal I tahun lalu. Pencapaian ini jauh lebih rendah dari level OJK yang diatur pada 10x.

Catatan Pinjaman Adira Finance

Total pinjaman eksternal Adira Finance tercatat turun 4% menjadi Rp22,1 triliun pada kuartal I tahun 2020. Penurunan total pinjaman itu tak lepas karena alasan menurunnya total pinjaman pada obligasi dan sukuk sebesar 10% menjadi Rp9,6 triliun atas obligasi dan sukuk yang jatuh tempo sebesar Rp4,7 triliun.

Sementara, ada kenaikan total pinjaman bank sebesar 2% menjadi Rp12,5 triliun. Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri 33%, dan pinjaman luar negeri 67%.

 

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%
tips mengelola resiko trading

6 Tips Mengelola Resiko dalam Trading Forex

Laba Bersih BTN Merosot 36,79% karena Covid-19

Laba Bersih BTN Merosot 36,79% karena Covid-19