in

Laba Bersih BTN Merosot 36,79% karena Covid-19

Laba Bersih BTN Merosot 36,79% karena Covid-19

Tak semua bank di Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan laba di tengah pandemi covid-19 yang melanda. Hal itu sudah dibuktikan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Laba bersih BTN tercatat merosot 36,79% pada kuartal I tahun 2020.

Sebenarnya, pada periode yang sama di tahun 2019, BTN sanggup meraup laba bersih sebesar Rp 723 miliar. Namun, pada kuartal I tahun 2020, laba bersih itu anjlok hingga angka Rp457 miliar.

Dilansir CNBC, penurunan laba bersih itu disebabkan adanya pertumbuhan kredit yang hanya tumbuh single digit, yaitu 4,59% menjadi Rp253,25 pada periode 3 bulan pertama tahun 2020. Sementara, pada periode yang sama di tahun lalu bisa Rp242,14 triliun.

BTN mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan satu digit pula, yaitu 2,73% menjadi Rp221,72 triliun, sedangkan sebelumnya Rp215,83 triliun. Aset bank milik negara ini naik 2,27% menjadi Rp308,19 triliun jika dibandingkan dengan bulan Maret 2019 Rp301,35 triliun.

Faktor yang Memengaruhi Laba Bersih BTN Merosot

Pendapatan bunga BTN tercatat senilai Rp6,17 triliun, yang akhirnya memengaruhi laba operasional perseroan sebelum provisi menjadi sebesar Rp 870 miliar. Pendapatan bunga itu disumbang pertumbuhan kredit yang masih solid di tengah pandemi. Pencadangan, permodalan, dan likuiditas BTN yang cukup tebal juga menyelamatkan nasib BTN.

Baca Juga  Gara-gara Covid-19, Pendapatan Nike Turun 38%

Sementara, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 18,73% pada kuartal I tahun 2020 ini. Catatan itu terbilang mengalami kenaikan 111 basis poin (bps) dari 17,62% di periode yang sama.

Penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN sejatinya adalah segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Segmen ini mewakili 44,53% dari total kredit BBTN, dan tumbuh sebesar 10,57% yoy dari Rp101,9 triliun pada kuartal I tahun lalu, menjadi Rp112,78 triliun.

Sementara itu, segmen KPR Non-subsidi (31,58%), penyaluran kredit nilainya mencapai Rp79,99 triliun pada kuartal I tahun 2020. Jika ditotal, kredit di sektor perumahan di Bank BTN naik 4,14% yoy dari Rp219,73 triliun (Maret 2019) menjadi Rp228,82 triliun di bulan yang sama di tahun 2020.

Adapun segmen kredit non-perumahan turut mengalami kenaikan sebesar 9,05% yoy. Sebelumnya Rp22,41 triliun pada 31 Maret 2019, sekarang menjadi Rp24,43 triliun. Kenaikan terbesar ternyara dipengaruhi oleh melesatnya penyaluran kredit korporasi pada 31 Maret 2020, sebesar 87,75% yoy menjadi Rp6,54 triliun.

 

Baca Juga  4 Perbedaan Dasar UKM dan Start Up, apa Saja?

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi

Cara Membangkitkan Usaha Pariwisata di Tengah Pandemi

Cara Membangkitkan Usaha Pariwisata di Tengah Pandemi