in

Transaksi E-Money Semakin Marak, Siapkah Kita?

Saat ini ada begitu banyak cara untuk melakukan transaksi keuangan. Terutama di zaman yang mana teknologi tumbuh dengan pesat ini transaksi keuangan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Seperti yang sekarang ini sering terdengar di telinga kita, E – Money atau uang elektronik.

Dilansir dari laman Kemenkeu.go.id, Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor: 11/12 / PBI / 2009 tentang Uang Elektronik yang sekarang sudah berubah menjadi PBI Nomor: 18/17 / PBI / 2016, E-money diterbitkan oleh pemegang ke penerbit dan nilai uang tersebut disimpan dalam media seperti server atau chip.

Di sini E-money tidak hanya digunakan sebagai pengganti uang tunai fisik, baik koin maupun kertas dengan uang elektronik, namun juga dijadikan sebagai suatu sistem yang dapat digunakan oleh seseorang untuk membayar barang atau jasa dengan mengirimkan nomor dari akun satu ke akun yang lain.

Namun, apakah kita sudah siap dengan sistem ‘kekinian’ tersebut?

Dijelaskan oleh Kepala Perwakilan BI Propinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, kesiapan masyarakat Indonesia terhadap  penggunaan e-money harus digalakkan mulai dari sekarang, transaksi demi transaksi harus dilakukan secara terus – menerus.

Baca Juga  6 Fakta Menjadi Seorang Pebisnis

“Dari sekarang pun bisa dan harus kita mulai terus. Cuma kadang yang penting adalah dilakukan secara rutin tidak bergantung pada uang tunai tadi, ujarnya di sela – sela acara kuliah tamu Banking Lecture Update Series di Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Menurut Difi, penting juga bagi generasi milenial untuk meningkatkan literasi terkait e-money. Mantan kepala Bi perwakilan Sumatera Utara ini menghimbau agar generasi milenial juga mempelajari dampak positif dan negatif maupun resiko apabila menggunakan e-money.

“Tidak semua sistem yang bagus itu tidak ada resikonya jangan kita dimanjakan dengan hal-hal yang memudahkan tapi nanti akan memberi kerugian tersendiri itu kita harapkan dari generasi sekarang,” tambahnya.

Karena faktanya, Sampai saat ini pun masih banyak masyarakat yang belum siap menggunakan e-money dengan berbagai alasan, seperti keraguan soal keamanan transaksi, hingga cara transaksi yang dianggap njelimet dibandingkan dengan transaksi tunai

“Kalau belum siap ya nggak papa jangan dipaksakan, karena selama mereka masih menerima uang tunai tidak apa-apa, kita tidak perlu memaksa, tunggu prosesnya. Lama – kelamaan mereka juga akan bisa beradaptasi,” pungkasnya.

Baca Juga  Tips Membelanjakan Gaji Pertama

Oleh karena itu, penting pada zaman kemajuan teknologi saat ini menambah literasi keuangan, sehingga kita segera siap menggunakan e-money.

Tinggalkan Balasan

Oma Ally, Trader Guru Penemu Metode BBMA

Ini Dia Kebijakan Sulit Untuk Para Creator Youtube