in , , ,

Inspiratif! 3 Trader Indonesia Dari Satpam Hingga Menjadi Jutawan

pelajaran forex trader di tahun pretama
trader

Berikut, penulis  rangkumkan tiga trader asal Indonesia yang sukses meraih profit dari trading dengan kedisiplinan dan kemampuannya memanejemen risiko  dengan sangat baik. Diantaranya, bahkan punya kisah inspiratif :

1.  Secundo Lee

Trader satu ini tak perlu diragukan lagi dalam dunia dunia trader Indonesia. bahkan, nama Secundo Lee cukup melejit pada tahun 2010-2012. Pendiri Fxpod International ini banyak dikenal dengan seminar melalui Fxpod Worshop yang terselenggara tak hanya di dalam tapi juga luar negeri. Diantaranya, Malaysia, Singapura, hingga China.

Sebelum mengenal Forex, pria yang besar di Surabaya ini bekerja di Surabaya sebagai tenaga ahli pemrograman IT. Juga sempat mengembangkan sebuah aplikasi trading lengkap untuk perusahaan futures di Indonesia. Di siis lain, ia juga aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat. Termasuk terjun langsung dalam bencana alam yang melanda Yogayakarta 2010 silam. Kini, ia menjadi salah satu trader forex paling sukses sebagai teknik analisis fundamental dan teknikal yang terkenal tajam serta kemampuan programming yang luar biasa.

Baca Juga  Rekomendasi Sektor Saham Saat Epidemi Corona

Ingin berbagi ilmu, ia bahkan menerbitkan buku trading berjudu; “The Lazy Way of Forex Trading” yang laris dipasaran. Buku itu, berisi tantang akar masalah kegagalan para trader sekalligus, solusi yang cerdas untuk memprediksi pasar dengan pengetahuan tentang 3 M (Metode, Money, dan Mindset). Ia juga menyertakan teknik-teknik trading jitu ala Secundo Lee seperti, Lazy Trader, Teknik Bulletproof, Composite, Hayabusa, CATS dan COMMO.

Saat ini, kesuksesannya telah mampu membawa Secundo Lee melakukan berbagai perjalanan ekstrem sampai berkeliling dunia. Ia bahkan mengklaim dirinya sebagai seorang burung karena sering berpergian dengan pesawat. Sayangnya, Secundo Lee terpaksa tutup usia pada 12 September 2016 lalu, akibat sebuah kecelakaan parayalang. Meski demikian, namannya tetap di kenang dalam kalangan trader Asia sampai sekarang.

Baca juga: 5 Broker Trading Syariah untuk Trader Muslim

2. Hendrik Leonardy

Hanya perlu 2,5 tahun terjun ke dunia trading. Nama Hendrik Lonardy langsung dieluh-eluhkan. Pasalnya, ia terbilang sukses setelah sempat mengalami loss dalam jumlah yang besar juga. Usahanya di malam hari untuk mempelajari pasar membuahkan hasil.

Baca Juga  Tips Sukses TradingFX Ala Kevin Aprilio

Ia bahkan memenangkan National Trading Championship dan terpilih menjadi The Best Indonesian Trader 2009 karena. Hendrik termasuk seorang trader yang kerap melakukan trading jangka panjang, atau long term trading.

Salah satu pencapaian terbesar Hendrik adalah saat ia berhasil mencapai tingkat keuntungan hampir 360 % dari modal awal hanya pada satu posisi dari periode mulai masuk trading tanggal 20 desember 2008 sampai ditutupnya tanggal 28 februari 2009

3. Suherman

Tak perlu menjadi petinggi untuk meraup untung dari trading dan investasi di pasar modal. Hal tersebut dialami oleh Suherman, pria yang berprofesi sebagai satpam di sebuah perusahaan ini justru masuk dalam jajaran trader yang cukup sukses.

Dengan modal yang kurang dari Rp.10 juta yang disisihkan dari gajinya. Suherman konsisten mengembangkan  modalnya menjadi ratusan juta rupiah. Perolehan rrata-rata profit yang dibukukan mencapai 50% – 60% per tahunnya. Sebelumnya, ia mulai tahu dan belajar tentang saham sejak 2008. Iapun tertarik dan benar-benar masuk ke dunia pasar modal sahan 2010.

Baca Juga  Trader Sukses vs Trader Gagal, apa Perbedaannya?

Belajar secara bertahap, ia menyadari bahwa manajemen resiko merupakan langkah antisipasi terpenting. Sehingga, Suherman membagi sistem trading dan investasi sahamnya menjadi dua porsi. Sebesar 80 persen digunakan untuk menabung saham, dan sisa 20 persen dia gunakan untuk trading jangka pendek. Kini, ia sukses menyekolahkan adik-adiknya ke jenjang kuliah dan membnatu keluarga dengan kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Pengaturan Finansial Jadi Kunci Hidup Bahagia di Masa Tua, Sudahkah Anda Pikirkan?

Dompet Digital di Era Kekinian