in ,

Sadari dan Ikuti Perkembangan Financial Technology

FinTech di Indonesia

Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita kesiapan dan kesigapan pemerintah dalam menghadapi serta mendukung Revolusi Industri 4.0 atau 4IR. Revolusi Industri 4.0 ini banyak menekankan kepada perkembangan teknologi yang sangat pesat dan didukung dengan keberadaan Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasar buatan. Hal ini menjadi fokus pembahasan yang tidak ada habisnya di hampir semua negara.

Baca juga Jendela, Wadah Aduan Konsumen Fintech Asli Indonesia

Banyak sekali jenis perkembangan teknologi yang akan muncul di Revolusi Industri 4.0 ini. Bahkan di berbagai negara sudah mulai diterapkan. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengembangan teknologi di sektor keuangan dan perbankan. Dalam dunia perbankan dan keuangan, teknologi ini dikenal  dengan Financial Technology atau FinTech.

FinTech di Indonesia

FinTech sendiri sudah menjadi perhatian pemerintah yang dalam hal ini diawasi dan diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan mengeluarkan POJK No 77 Tahun 2016. Penerapan dan pengembangan ini nantinya akan diatur dan diawasi langsung oleh OJK, terutama tentang layanan simpan pinjam uang berbasis teknologi informasi.

Baca Juga  Perusahaan Pinjol RI Disuntik Dana Investor Asing

Pada tahun 2004 di Inggris pertama kali muncul penerapan teknologi informasi di bidang keuangan ini oleh Zopa. Zopa merupakan institusi keuangan di Inggris yang menjalankan jasa peminjaman uang yang saat ini sudah merambah ke berbagai macam aplikasi untuk berbagai transaksi. Perkembangan Financial Technology di luar Indonesia memang sangat beragam. Di Indonesia sendiri, inovasi ini memiliki banyak jenis, antaranya :

  • Startup pembayaran
  • Peminjaman atau lending
  • Perencanaan keuangan atau personal finance
  • Invetasi ritel
  • Pembiayaan atau crowdfunding
  • Remitansi
  • Riset keuangan

Perkembangan pengguna FinTech di Indonesia juga teru bertambah. Berdasarkan data dari OJK, tahun 2006-2007 Financial Technology di Indonesia sebesar 7% dan pada tahun 2017 mencapai 78%. Tercatat sebanyak 135-140 perusahaan Fintech dengan total transaksi pada tahun 2017 diprakirakan mencapai Rp202,77 triliun.

Mengapa Financial Technology Begitu Digemari?

Secara global, industri ini terus berkembang pesat dan didukung dengan ketertarikan masyarakat serta pebisnis di seluruh dunia. Mengapa begitu digemari?

  1. FinTech memudahkan berbagai proses dalam bidang keuangan. mulai dari jangkauan hingga variasi layanan yang diberikan, apalagi dilihat efisiensi dan efektifitasnya.
  2. Perkembangan teknologi yang menunjang FinTech terus bermunculan dan mendukung inovasi untuk teknologi itu tersendiri.
  3. Fleksibilitas dari FinTech tidak bisa dipungkiri, lho. Bayangkan saja, hanya dengan duduk bersantai dengan gawai atau komputer dekstop Anda bisa melakukan transaksi keuangan. Oleh karena itu industri ini juga menjadi lahan subur bagi para pebisnis untuk mengembangkan Financial Technology.
  4. Penggunaan teknologi, software dan data yang terkumpul oleh FinTech bisa dijadikan bagian dari analisis resiko.
Baca Juga  Yuk Mari Mencicipi Manisnya Bisnis Thai Tea!

Sudah lebih memahami FinTech kan, sobat? Apakah Anda juga tertarik untuk terjun ke industri ini? Jangan lupa untuk selalu bertransaksi Fintech dengan perusahaan yang legal dan terdaftar resmi di OJK, ya. Supaya transaksi Anda lebih aman dan nyaman.

Baca juga Siapkah Indonesia Menuju Cashless Society?

Tinggalkan Balasan

Minimalisir Kerugian dengan Robot Forex (EA)

resiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo

Hendak Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo? Tunggu, Perhatikan Resikonya