in

Hukuman Mati untuk Gay Sex Mempengaruhi Bisnis Brunei

Pengamat menyatakan bahwa Brunei memberlakukan hukum syariah yang kejam, termasuk kematian dengan merajam seks gay dan perselingkuhan.

Sultan Hassanal Bolkiah telah menjadikan negaranya sebagai negara pertama yang memberlakukan hukuman syariah di Asia Timur atau Tenggara. Dia ingin memperkenalkan hukum pidana syariah di tingkat nasional.

Hukumannya diberlakukan untuk orang-orang yang bersalah dalam hal homoseksualitas, perzinahan. Para terpidana tersebut akan dihukum mati.

Selain itu, tindakan pencurian akan mendapatkan hukuman dengan cara diamputasi.

Dengan demikian, hal itu membuat beberapa bisnis memutuskan untuk menghentikan kerja sama mereka dengan Brunei.

Beberapa bisnis yang memutuskan bisnisnya dengan Brunei.

Jaringan transportasi dan keuangan London adalah salah satu di antara beberapa bisnis yang memilih untuk memtuskan bisnisnya dengan Brunei. Mereka tidak setuju dengan aturan hukuman mati Kesultanan untuk seks gay dan perzinaan.

Langkah ini memicu reaksi korporat setelah aktor George Clooney dan penyanyi Elton John menyerukan pemboikotan hotel yang dimiliki oleh negara Asia Tenggara, termasuk Dorchester di London dan Beverley Hills Hotel di Los Angeles.

Baca Juga  4 Perbedaan Dasar UKM dan Start Up, apa Saja?

STA Travel, agen perjalanan global yang dimiliki oleh konglomerat Swiss Diethelm Keller Group, mengatakan tidak akan lagi menjual penerbangan dengan maskapai nasional Royal Brunei Airlines.

Selanjutnya, maskapai terbesar kedua di Australia yaitu Virgin Australia Airlines, memutuskan untuk mengakhiri perjanjian yang menawarkan tiket diskon untuk staf Royal Brunei Airlines.

Sayangnya, Royal Brunei tidak menanggapi sedikitpun permasalahan yang ada.

Dorchester Collection, operator hotel mewah milik Badan Investasi Brunei, memberikan sebuah pernayataan melalui situs webnya.

Mereka mengatakan bahwa “Kami memahami kemarahan yang dorang, tetapi ini adalah masalah politik dan agama. Kami tidak percaya harus dimainkan di hotel kami dan di antara 3.630 karyawan kami. ”

Perguruan Tinggi tidak tinggal diam.

Lebih dari 50.000 orang menandai permintaan yang mendekati Universitas Oxford untuk mencabut gelar istimewa yang diberikan kepada Sultan Hassanal Bolkiah karena dia telah 72 tahun menjadi pemimpin yang berkuasa terlama kedua di dunia dari negara kaya minyak itu.

Kantor data perguruan tinggi mengatakan bahwa mereka berbagi penilaian global terhadap kode hukuman baru Brunei. Mereka juga menunggu keputusan PBB untuk menghentikan hal ini dan memberikan keputusan yang tegas atas hukuman mati yang dilakukan oleh Brunei.

Baca Juga  Stimulus Untuk Menjaga Pasar Saham dari Pemerintah

Baca juga : Ingin Sukses Berbisnis E-Auction? Begini Caranya

Tinggalkan Balasan

Inilah Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Kunci Sukses yang Dapat Dilakukan Perempuan untuk Menjadi Pemimpin Kuat Dalam Dunia Kerja atau Bisnis