in

Gig Economy Mempengaruhi Kinerja Milenial, Benarkah?

Menurut dictionary.cambridge.org, gig economy adalah sebuah cara bekerja berdasarkan pada pekerjaan sementara atau yang biasa disebut dengan freelance. Dengan kata lain,  gig economy adalah tren dimana perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja lepas atau freelance dan pekerja kontrak daripada pekerja penuh waktu.

‘Gig‘ adalah sebuah kata slang yang berarti pekerjaan untuk periode waktu tertentu dan biasanya digunakan untuk merujuk pada musisi. Contoh dari pekerjaan gig economy adalah YouTubers, kontraktor independen, pekerja berbasis proyek, dan karyawan temporer atau paruh waktu.

Fenomena Gig Economy

Banyak penelitian memperkirakan bahwa tren gig economy akan semakin tinggi pada tahun 2020. Dalam gig economy, para pebisnis dapat lebih menghemat pengeluaran untuk ruang kantor dan pelatihan.

Para pekerja gig economy juga dapat membuat kontrak dengan para ahli untuk proyek-proyek tertentu yang mungkin terlalu mahal jika memperkerjakan para karyawannya. Dari sudut pandang freelancer, gog economy dapat meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja.

Idealnya, jenis pekerjaan ini didukung oleh pekerja independen yang lebih memilih untuk bekerja dengan passion mereka daripada dipaksa bekerja dengan hal yang merka kurang sukai.

Baca Juga  Peluang Usaha Bengkel Sepeda di Tengah Pandemi Covid-19

Di era digital ini, tenaga kerja semakin mobile dan pekerjaan dapat semakin mudah untuk dilakukan di mana saja, sehingga para pekerja tidak harus berada di tempat tertentu.

Selain itu, pengusaha dapat memilih pekerja terbaik untuk proyek tertentu dari kumpulan yang lebih besar daripada yang tersedia di area tertentu.

Contoh Gig Economy

YouTubers adalah salah satu ide yang bekerja di Gig Economy. Para YouTuber dapat menghasilkan banyak uang dengan membuat dan mengunggah video di YouTube. Penghasilan mereka akan didapat dari AdSense atau iklan.

YouTube memberikan biaya kepada para YouTuber dengan kisaran US $ 1-5 untuk setiap video yang ditonton setidaknya 1.000 kali. Selain dari AdSense, seorang YouTuber juga dapat memperoleh penghasilan dari endorsement dan sponsor. Beberapa YouTuber yang memiliki konten dengan kategori tertentu sering mendapatkan permintaan dari sejumlah vendor atau perusahaan. Mereka diminta untuk mengulas produk tertentu dan dijadikan sebiah iklan.

Sebagai imbalannya, perusahaan memberi sejumlah remunerasi untuk mendukung produksi video mereka. Bahkan penghasilan dari sponsor setara dengan 12 kali lipat pendapatan AdSense. Dengan cara ini, para YouTuber dapat memperoleh penghasilan dari berbagai sumber yang membuat pekerjaan lebih menarik.

Baca Juga  Baru Dibuka, IHSG Ambrol 3 Persen

Baca juga: Mendulang Uang Hanya dengan Internet

Tinggalkan Balasan

kerugian bisnis franchise

Belajar Bisnis Waralaba (Part 1)

9 Game Smartphone Terpopuler