in

4 Tahap Pertumbuhan Bisnis, Apa Saja?

tahap petumbuhan bisnis

Memulai sebuah bisnis kadang menjadi ketakutang tersendiri bagi beberapa orang. Untuk mempersiapkan setiap tantangan yang akan dihadapi, berikut 4 tahap pertumbuhan bisnis yang perlu anda ketahui

1.Start-up

Start-up merupakan fase awal dalam perjalanan bisnis Anda. Pada fase inilah konsep bisnis Anda diluncurkan. Disinilah titik awal perjuangan, dimana Anda harus melewati pra-peluncuran dengan mengumpulkan cukup dana agar dapat membuktikan konsep bisnis milik Anda.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa 80% bisnis yang baru dibangun mengalami kegagalan pada tahap ini.  Ada banyak tantangan yang harus Anda hadapi pada tahap ini. Diantaranya keterbatasan sumber daya, manajemen arus kas yang buruk, harga produk terlalu tinggi atau terlalu rendah, perlu menyiapkan jumlah anggaran yang realistis dan kurangnya kemampuan dalam mengelola proses serta sistem.

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan di tahap start-up adalah merancang, membangun, menguji, mengasah produk dan membuat rencana pemasaran sebelum memasuki pasar yang sesungguhnya.

Tujuan utama dari fase start-up ini adalah untuk membuktikan konsep bisnis yang Anda miliki.  Selain itu untuk mencapai arus kas positif sebelum kehabisan dana atau kehilangan kendali perusahaan melalui putaran pendanaan berikutnya.

Baca Juga  3 Ide Bisnis Unik, Sangat Layak untuk Dicoba.

2. Build-up

Pada tahap pertumbuhan bisnis yang ke-2 ini  bertujuan untuk meningkatkan arus kas, mempertahankan profitabilitas, membangun ekuitas merek dan mencegah hilangnya pelanggan. Pada tahap build-up ini, Anda harus menghadapi tantangan dimana jumlah pasokan tidak sesuai dengan permintaan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Anda harus mengumpulkan sumber daya tambahan baik itu berupa tenaga kerja atau modal sesegera mungkin.

Saat bisnis Anda telah dikenal oleh masyarakat dan terjadi lonjakan jumlah pembeli sehingga jumlah permintaan tidak sesuai dengan jumlah produksi, maka hal ini akan menimbulkan masalah. Apabila Anda tidak menaikkan jumlah produksi, tentu para pelanggan akan meninggalkan Anda. Sedangkan untuk menaikkan jumlah produksi dibutuhkan tambahan modal yang cukup besar. Ketika seorang pembeli telah menjadi pelanggan tetap dan selalu membeli produk Anda dalam jumlah besar, mereka dapat memaksa Anda untuk menurunkan harga jika jumlah produk yang dimintanya tidak terpenuhi. Lalu pada akhirnya Anda akan mengalami kebangkrutan.

3. Build-out

Di tahap inilah Anda dapat memperluas jaringan pemasaran produk. Tahap ini akan membuat produk Anda semakin dikenal masyarakat. Jika produk Anda telah meluas dan banyak diminati masyarakat, maka hal tersebut akan memberi bukti bahwa produk Anda telah berhasil masuk ke banyak pasar serta dapat diterima oleh berbagai kalangan. Dengan begitu, merek dagang yang Anda miliki akan diakui masyarakat.

Baca Juga  Efek Corona, Indonesia Terancam Resesi

Beberapa tantangan di tahap build-up ini diantaranya inefisiensi operasional, pengelolaan staf dan perencanaan serta eksekusi yang buruk. Untuk mengatasi segala tantangan tersebut, maka pekerjakanlah lebih banyak tenaga kerja dan pastikan bahwa Anda memiliki gambaran yang jelas tentang keuangan.

4. Kematangan

Saat Anda mempertahankan bisnis yang telah matang, kemungkinan akan ada berbagai tantangan terkait dengan semakin banyaknya jumlah karyawan, lebih banyak biaya yang harus dikeluarkan dan fleksibilitas yang jauh lebih sedikit dibandingkan ketika Anda baru memulai bisnis.

Tantangan yang akan muncul di tahap ini adalah menjaga motivasi dan semangat kerja para karyawan, hilangnya momentum, penjualan menurun karena kegagalan berinovasi, kurangnya ketangkasan dan adanya tantangan operasional yang lebih besar dari sebelumnya.

Oleh karena itu, pastikan untuk tetap fokus pada peningkatan budaya perusahaan dan menginspirasi karyawan Anda. Identifikasilah setiap inefisiensi operasional yang dapat merugikan keuntungan Anda.

Baca juga: Ingin Membuka Bisnis Franchise? Lakukan 3 Hal ini!

Tinggalkan Balasan

Bagaimana Nasib Pekerjaan Anda di Masa Depan?

Berapa Banyak Uang yang Dihasilkan Per hari dalam Trading Saham?