in

Menghimpun Dana Lewat Crowdfunding, Pilih Jenis yang Tepat sesuai Tujuan!

Naik daunnya cara satu ini untuk mengumpulkan modal usaha, crowdfunding mulai banyak
dilirik oleh para wirausahawan ketimbang permodalan konvensional. Menggunakan platform situs dan aplikasi berbasis internet, crowfunding menawarkan cara lebih praktis dalam menghimpun dana usaha dengan prinsip “banyak pemodal, sedikit modal per kontributor”. Setidaknya, ada empat jenis crowdfunding yang tengah populer saat ini. Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan tersendiri. Mari cermati dahulu dan sesuaikan dengan tujuan serta profil risiko Anda sebelum menjatuhkan pilihan.

1. Donasi

Jika Anda hendak menghimpun dana untuk tujuan nirlaba dan/atau gerakan amal dan sosial, crowdfunding tipe inilah yang paling sering digunakan. Pendekatannya merupakan yang paling lugas dan durasinya biasanya tidak lama, antara satu sampai tiga bulan saja.Kontributor dana tidak mendapatkan sebuah timbal balik atau penghargaan secara nyata, kecuali sebuah kepuasan batin telah turut berpartisipasi dalam tujuan mulia. Salah satu contoh terkenal dari dalam negeri adalah situs KitaBisa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

2. Reward-based

Dalam crowdfunding tipe ini, mereka yang berkontribusi dalam kampanye yang dipilih akan mendapatkan apresiasi berupa keuntungan untuk mencoba produk yang ditawarkan atau terkait dengan pembuat kampanye.

Baca Juga  4 Hal yang Harus Diingat Sebelum Crowdfunding Properti

Keuntungan tersebut bisa berupa diskon, sampel atau produk awal gratis, dan sejenisnya. Tipe ini cocok bagi Anda yang memulai sebuah usaha atau meluncurkan produk baru. Dengan demikian, Anda turut menguji pasar dan meraih calon pelanggan.

Akan tetapi, perhatikan pula skala dan kualitas reward yang akan Anda berikan, karena ini berarti Anda perlu menyediakan dana pengadaan cukup besar di awal usaha. Jika usaha ini gagal, Anda bisa terancam gulung tikar. Kickstarter dan Indiegogo adalah dua contoh situs crowfunding dengan tipe ini.

3. Peer-to-peer (P2P) lending

Crowdfunding jenis ini mendapatkan banyak sorotan karena banyak dicari oleh para investor milenial. Prinsip utamanya adalah kontributor meminjamkan dana usaha kemudian mendapatkan timbal balik bunga dari pinjaman yang mereka berikan. Bunga ini umumnya menggoda karena jumlahnya lebih besar dari pinjaman bank.

Gunakan tipe crowdfunding ini bagi Anda yang telah memiliki usaha berjalan setidaknya satu tahun dan mampu mendatangkan pendapatan yang mencukupi untuk membayarkan bunga. Di Indonesia, Amartha dan KoinWorks merupakan dua nama besar di bidang P2P lending ini.

Baca Juga  Yuk Mengenal Industri Kecantikan di Era 4.0!

4. Equity-based

Menggabungkan jenis investasi mikro dan penghimpunan dana dari khalayak, jenis crowdfunding ini merupakan yang terbaru di antara jenis lainnya. Melalui jenis crowdfunding ini, Anda dapat menghimpun dana dari lebih sedikit investor, namun dengan jumlah dana lebih besar. Sayangnya, Anda juga akan memberikan bagian kepemilikan Anda kepada investor.

5. Royalti

Dalam tipe crowdfunding ini, kontributor mendapatkan kesempatan memperoleh bagian dari pendapatan usaha, dengan turut menyumbangkan ide atau upaya pertambahan nilai produk. Tentu saja akan ada pengaturan dengan hak cipta yang dimiliki oleh pemilik usaha.

Selain uang, penghimpunan modal usaha melalui crowdfunding juga bisa melibatkan bentuk lain seperti sumber daya manusia (SDM) dan real estate. Pertimbangkan dahulu segala manfaat dan risiko yang akan Anda hadapi untuk setiap opsi crowdfunding yang Anda minati. Kesehatan finansial saat ini dan proyeksi usaha Anda di masa depan menjadi titik penentu keberhasilan usaha penghimpunan modal usaha Anda.

Tinggalkan Balasan

langkah-langkah menjadi pengusaha sukses

Fresh Graduate UI Tolak Gaji 8 Juta. Berapa Gaji Normal Fresh Graduate Indonesia?

jenis-jenis divergence

Divergence, Pengertian dan Jenis-jenisnya