in

Konflik dalam Tim Kerja – Merenggangkan atau Memperkuat Kesolidan Hubungan?

Bekerja bersama-sama di satu sisi akan meringankan beban. Namun, di sisi berbeda, menyatukan beberapa isi kepala dan kepribadian menghadirkan tantangan tersendiri. Pengambilan keputusan, misalnya, harus melewati beberapa cara pandang dan tak luput dari perbedaan pendapat. Apalagi jika ada unsur rasa tidak percaya akibat terhambatnya komunikasi efektif. Tak jarang pula, politik kantor berperan menghadirkan intrik yang membuat keadaan kian ruwet.

Apakah konflik dalam tim kerja akan memberikan pengaruh negatif lebih besar ketimbang manfaat? Ternyata, ada dampak positif yang dapat dipetik dari kehadiran konflik dalam tim kerja Anda, di antaranya tiga poin berikut ini.

1. Konflik membantu mengatasi masalah komunikasi

Munculnya konflik membuat Anda dan tim sadar, apa saja hal-hal yang menghambat kelancaran interaksi, suasana kerja kondusif, bahkan penghalang tercapainya kinerja dan produktivitas optimal. Dari konflik, Anda belajar bagaimana menjadi seorang komunikator efektif. Dimulai dari mengenali lawan bicara, mengadaptasikan kepribadian dan kemampuan teknis untuk mencapai tujuan, manajemen emosi, hingga mengakomodasi perbedaan menjadi kekuatan tim.

Baca Juga  Lazada: Pentingnya Media Sosial untuk Meningkatkan Penjualan

2. Konflik mendorong daya inovasi dan kreasi

Tak perlu terganggu dengan perbedaan pendapat yang mencuat di dalam tim. Justru, keanekaragaman ide sering mencetuskan sebuah solusi yang sebelumnya tak terpikirkan, bahkan mendobrak! Tidak selamanya tim harmonis berarti sebuah kelompok berisi orang orang yang selalu seia sekata dan hanya punya satu suara mengamini opsi pengambilan keputusan. Konflik terkelola menciptakan sebuah tim dinamis yang kaya akan gagasan segar dan mampu menghargai variasi respons atau pola pikir terhadap sebuah topik.

3. Konflik membangun batasan dan tanggung jawab

Sebuah teori psikologi yang disampaikan oleh Bruce Tuckman mengenai proses terbentuknya tim, menunjukkan bahwa konflik adalah penghubung tahapan Norming, saat para anggota tim menyadari batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh atau memilah tujuan yang akan dikejar, lalu membuat kesepakatan untuk mencari solusi konflik.

Ketika muncul perselisihan dalam tim, para anggota wajar saja merasa risih atau tak nyaman. Namun, akan tebersit sebuah kesadaran bahwa penyelesaian konflik adalah tanggung jawab tim secara kolektif. Setidaknya, pemimpin tim perlu memastikan terjaganya integritas dan rasa hormat di dalam tim untuk memastikan konflik yang terjadi bersifat konstruktif bagi kesolidan tim.

Baca Juga  3 Hal yang Wajib diketahui sebelum Memulai Bisnis Online

Apa yang tidak menghancurkan, akan menjadikan Anda lebih kuat. Beginilah konflik yang terkelola tepat akan membangkitkan kekuatan baru bagi bisnis dan perusahaan. Lengkapi diri Anda dengan keterampilan manajemen konflik yang mumpuni dan kembangkan sebuah prosedur penanganan konflik profesional dalam bisnis Anda untuk memastikan konflik tidak menggoyahkan perusahaan dan terus menjadikan tim kerja lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Sri Mulyani jadi Menkeu ketiga kalinya

Perekonomian Stabil, Kepercayaan Investor Kian Meroket

Infinity Exclusive Bonus Fullerton Markets.

Infinity Exclusive Bonus Milik Fullerton Markets, Program Bonus Tanpa Batas Pertama