in

Usaha Sarang Burung Walet? Begini Perhitungan Pajaknya!

usaha sarang burung walet

Seperti yang kita ketahui, usaha sarang burung walet menjadi salah satu usaha yang sagatlah menjanjikan. Bagaimana tidak, sarang burung walet yang dikenal sebagai salah satu bahan pengobatan dan kecantikan tersebut memiliki harga yang sangat tinggi dipasaran, yaitu berkisar Rp 10-14 juta/kg. Bahkan dalam sekali panen (per bulan atau per 3 bulan) pengusaha sarang burung walet dapat panen sekitar 10-30 kg sarang burung. Asumsinya jika dikalikan seharga Rp14 juta/kg, itu berarti omset yang dapat dirup ialah sekitar Rp 140-420 juta.

Dengan penghasilan sebesar itu, bisnis sarang burung walet inipun tentunya akan dikenakan pajak, yaitu Pajak Kabupaten/Kota. Hal inipun mengacu berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pajak sarang burung walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung walet.

Baca juga: Yuk, Coba Bisnis Sarang Burung Walet dengan Omset Jutaan!

Poin-poin:

  • Pasal 72 Ayat (1) menyebut objek pajak sarang burung walet adalah pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung walet. Sedangkan subjek pajak dan wajib pajaknya adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pengambilan dan/atau mengusahakan sarang burung walet, bunyi Pasal 71 Ayat (1-2).
  • Pasal 74 Ayat (1-2) menjelaskan dasar pengenaan pajak sarang burung walet adalah nilai jual sarang burung walet. Nilai jual ini dihitung berdasarkan perkalian antara harga pasaran umum sarang burung walet yang berlaku di daerah yang bersangkutan dengan volume sarang burung walet.
  • Untuk tarif pajak sarang burung walet sesuai Pasal 75, ditetapkan paling tinggi sebesar 10%. Besaran tarif pajak tersebut ditetapkan dengan peraturan daerah (perda).
  • Sementara dijelaskan pada Pasal 76, besaran pokok pajak sarang burung walet yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak. Pajak sarang burung walet yang terutang dipungut di wilayah daerah tempat pengambilan atau pengusahaan sarang burung walet.
Baca Juga  7 Bisnis yang Bakal Laris Manis Saat Mobil Listrik Menjamur di Indonesia (Part 1)

Dalam hal ini, pengepul sarang burung waletpun juga dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final dengan tariff sebesar 0,5%. Tarif tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Syaratnya yaitu omset yng didapat tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak dan berlaku untuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) offline maupun online. PPh Final tarif 0,5% termasuk pajak pemerintah pusat.

Baca juga: Awas! Ini Konsekuensi Jika Tak Bayar Pajak Negara

 

Lalu Bagaimana Cara Menghitung Pajak Sarang Burung Walet?

Misalkan anda adalah seorang pengepul atau pengusaha sarang burung walet yang masuk kategori Wajib Pajak PPh Final PP 23 Tahun 2018. Hasil panen anda di Desember 2018 seberat 20 kg dengan harga jual Rp 14 juta per kg. Itu artinya anda punya kewajiban membayar pajak pusat (PPh) dan pajak daerah (pajak sarang burung walet). Begini cara menghitungnya:

Baca Juga  Viral Marketing, Langkah Baru untuk Bisnis Anda

Omset anda di Desember 2018 = 20 kg x Rp 14 juta = Rp 280 juta.

Perhitungan: Rumus PPh Final PP 23/2018 = Tarif 0,5% x Omzet

Setoran = 0,5% x Rp 280 juta = Rp 1,4 juta

Pajak Sarang Burung Walet (Pajak Daerah) = Tarif 10% x Omset

Setoran = 10% x Rp 280 juta = Rp 28 juta.

Jadi kesimpulannya, anda harus membayar pajak pusat dan daerah sebesar Rp 1,4 juta + Rp 28 juta = Rp 29,4 juta.

Baca juga: Berbisnis Smartphone? Wajib Simak Beberapa Tips Jitu Ini! (Part 2)

Jadi demikianlah cara untuk menghitung pajak usaha sarang burung walet, sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku. Jadilah pengusaha teladan dengan selalu taat membayar pajak ya. Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Sering disingkat juga sebagai MA, Moving Average adalah indikator analisis teknikal yang paling sering digunakan karena bisa dibilang paling sederhana dibandingkan indikator lainnya.

3 Cara Sederhana Meningkatkan Daya Saing Bisnis

5 Tips Trading Saham dari Ellen May

5 Tips Trading Saham dari Ellen May