in

Broker Dealing Desk, Seperti Apa Itu? (2)

Broker Dealing Desk, Seperti Apa Itu? (2)

Ada sejumlah jenis broker yang ada di dunia trading forex. Selain broker non dealing desk, ada pula broker dealing desk. Broker yang tugasnya membuat suatu pasar tersendiri, dengan kondisi yang mereka tentukan sendiri itu terdiri dari dua jenis, dealer besar dan dealer kecil.

Karena broker dealer dapat menciptakan pasar dari para usernya sendiri, maka disebut Dealer (Dealing Desk)., atau ada yang menyebut bandar. Pada dasarnya, broker jenis ini mendapatkan keuntungan terbesarnya dari kekalahan para usernya, sehingga bila user menghasilkan profit maka broker akan membayar dari kas broker tersebut sendiri, bukan murni dari pasar yang sesungguhnya.

Tak selamanya broker jenis ini disebut broker buruk. Namun, sebagai trader, sebelum memilih broker jenis ini, pastikan broker tersebut legal dan terdaftar (teregulasi) oleh pemerintah sebagai perusahaan pialang dan telah punya reputasi baik.

Unsur Buy dan Sell di broker dealing desk sebenarnya diambil dari pembeli dan penjual yang berasal dari kumpulan para user mereka sendiri. Catatannya, jika volumenya tidak mencukupi, barulah perusahaan broker yang menghandlenya. Umumnya, situasi ini bisa terjadi di broker yang memiliki jumlah user yang sangat banyak dan bervolume memadai.

Di sinilah fungsi regulator atau lembaga pemerintah untuk mengawasi broker dealer, agar mereka beroperasi dan menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan legal. Jika terjadi kecurangan atau merugikan para user/nasabahnya, maka lembaga tersebut bakal mengambil tindakan tegas.

Baca Juga  Keuntungan Transaksi Trading Menggunakan Rekening Bank Lokal

Banyak regulator yang ada di seluruh dunia. Indonesia memiliki BAPPEBTI atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Sementara, di dunia internasional terdapat nama-nama seperti NFA, CFTC, FSA (FCA UK), MFSA, MiFID, ASIC. Pastikan broker tersebut terdaftar sebagai perusahaan pialang.

Jenis-jenis Broker Dealing Desk

Ada dua jenis broker forex dealing desk yang patut diketahui para trader. Sebut saja broker dealer besar dan broker dealer kecil. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas broker dealer besar.

Apa Itu Broker Dealer Kecil?

Broker dealer kecil biasanya disebut juga unregulated broker (bucket shop atau broker kaki lima). Ciri-ciri utama mereka adalah kantor pusatnya berada di kota atau negara terpencil (offshore).

Para trader sebisa mungkin harus menghindari berurusan dengan broker jenis ini. Sebab, mereka berpotensi besar untuk memanipulasi transaksi Anda alias bertindak curang. Situasi itu yang nantinya bisa membuat Anda merugi karena sering mengalami kekalahan yang semestinya tidak terjadi.

Pada umumnya, broker bucket shop ini tidak memiliki izin resmi atau teregulasi dengan benar. Kadang, izin yang mereka daftarkan hanyalah sebagai perusahaan biasa, bukan sebagai perusahaan pialang. Berhati-hatilah, karena ketidaktahuan para trader awam atau pemula sering mereka manfaatkan.

Baca Juga  Keuntungan Trading di Broker Didimax Berjangka

Selain itu, broker jenis ini 98% pasti memperbolehkan melakukan transfer uang kepada pihak ketiga/perorangan, menggunakan voucher, menggunakan Money Changer bank lokal, pendaftaran yang sangat mudah dan terkesan asal-asalan, serta tanpa verifikasi lengkap.

Mereka juga melakukan pembatasan penggunaan teknik trading tertentu (seperti scalping, martingale dan sebagainya). Memang, ada juga broker bucket shop yang memperbolehkan segala macam teknik trading. Namun, di dalam sistemnya sebenarnya sudah terpasang suatu script otomatis yang dapat menghambat teknik tersebut (nama scriptnya adalah Virtual Dealer).

Selain itu, kondisi yang ditawarkan broker bucket shop kerap di luar kondisi normal dari keadaan pasar yang sesungguhnya. Contohnya, leverage yang terlalu tinggi (misal 1:1000 ke atas), spread rendah yang tidak masuk akal (contoh: 1 pip fixed bahkan 0 pip fixed, padahal di pasar sesungguhnya spread selalu berubah atau fluktuatif terus setiap detik.

Broker jenis ini kadang juga menjanjikan bonus-bonus besar (biasanya 20% ke atas). Tujuannya pasti bersifat pancingan/jebakan untuk para calon nasabah agar mau menyetorkan dananya yang hanya akan dinikmati oleh si bandar abal-abal tersebut.

Mengapa Broker Dealer Kecil Harus Diwaspadai?

Hal-hal curang yang biasa dilakukan oleh broker dealer kecil ini adalah requote yang berlebihan, eksekusi order yang lambat, jika terkena TP (target profit) sulit untuk dieksekusi, tetapi sebaliknya jika terkena SL (stop loss) maka mudah sekali dieksekusi. Ciri-ciri lainnya, server sering down, manipulasi atau rekayasa harga quote, menghilangkan transaksi profit secara sepihak dengan dalih trading Anda tidak sah, penarikan dana yang sering lambah atau bahkan tidak bisa dilakukan, pernyataan yang tidak benar, dan hal-hal penipuan (Scam) lainnya.

Baca Juga  Lakukan Langkah Sederhana Ini Saat Trading Stres

Waspadai juga pernyataan dari broker dealer kecil ini yang seringkali salah dan menyesatkan. Mereka pun berbohong terkait sistem mereka, dengan mengaku sebagai broker jenis ECN, STP, atau DMA, padahal cuma dealing desk yang bersistem bandar. Parahnya, hal ini mereka lakukan semata-mata untuk menarik nasabah agar bertrading di tempat mereka demi mendapatkan keuntungan. Di sinilah pentingnya melakukan trading dengan broker teregulasi yang diawasi oleh regulator tertentu.

Jangan mudah percaya juga dengan klaim penghargaan/award dan sponsor yang dilakukan oleh broker dealer kecil ini. Misalnya, penghargaan sebagai the best broker. Ini bukanlah jaminan broker tersebut aman. Periksalah dari lembaga mana penghargaan itu diberikan. Anda bisa memanfaatkan Google untuk mencari tahu kredibilitas perusahaan tersebut. Waspadai juga artikel penghargaan yang ada di laman broker tersebut, karena ada juga yang hanya berupa artikel iklan yang ditulis oleh broker itu sendiri, tapi diklaim sebagai penghargaan dari media ternama, padahal bukan.

Broker Dealing Desk, Seperti Apa Itu?

Broker Dealing Desk, Seperti Apa Itu?

USD/JPY

Pandemik Corona, USD/JPY Disarankan Sell