in

Broker Hybrid (Kombinasi), Seperti Apa Itu?

Broker Hybrid, Seperti Apa Itu?

Ada sejumlah jenis broker yang ada di dunia trading forex. Selain broker non dealing desk, dan broker dealing desk, ada pula broker hybrid.

Broker ini merupakan perpaduan antara jenis broker non dealing desk dengan broker dealing desk. Artinya, broker ini merupakan gabungan dari salah satu jenis broker ECN (Electronic Communication Network)/STP (Straight Through Processing)/DMA (Direct Market Access) dengan broker dealing desk.

Pada umumnya, broker hybrid ini menerapkan suatu aturan khusus, yang mengatur tata cara mereka dalam melempar order. Aturan ini biasanya diterapkan sesuai dengan jenis akun yang digunakan. Contohnya, jika besaran Lot, Frekuensi, atau Equity Anda di bawah nilai XXX, maka dieksekusi di sisi Dealer. Tapi, jika di atas itu, maka akan dieksekusi di jenis STP, ECN, atau DMA.

Cara Membedakan Broker Hybrid dengan Broker Biasa

Sebenarnya, cukup sulit untuk membedakan suatu broker ini termasuk jenis broker hybrid atau bukan. Untuk membuktikannya, para trader harus berani mencobanya, untuk merasakan. Cara lainnya tentu dengan mengamati reputasi broker tersebut, termasuk regulator yang mengawasinya.

Baca Juga  REVIEW BROKER: FXTM (ForexTime LTD)

Namun, ada satu hal yang patut diperhatikan oleh para trader terkait broker jenis ini. Ada saja broker yang mengaku sebagai broker jenis ECN (Electronic Communication Network), STP (Straight Through Processing), atau DMA (Direct Market Access), padahal cuma dealing desk yang bersistem bandar. Bisa saja, broker itu sebenarnya adalah broker hybrid.

Sebenarnya, order dengan lot 0.1 atau lebih rendah yang ditawarkan melalui akun Sen atau akun mini, biasanya tidak dapat dikirim ke penyedia likuiditas ataupun ke pasar karena terlalu kecil. Situasi ini memaksa broker menjalankannya secara dealing desk. Jika ada order bervolume lebih besar, barulah mereka berjalan sesuai model STP/ECN.

BEI hentikan trading

Rekomendasi Sektor Saham Saat Epidemi Corona

Photo by Ishant Mishra on Unsplash

IHSG Anjlok Karena Corona, IPO Tertunda?