in

MIA FintechFX yang terbukti Scam Sejak 2019

MIA FintechFX yang terbukti Scam Sejak 2019

MIA FintechFX sudah terbukti Scam sejak pertengahan tahun 2019 kemarin. Yang dimaksud Scam di sini adalah membohongi dan bersifat menipu untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan tertentu.

Terdapat sebuah ulasan pada halaman review MIA yang menyebut, “Jika per tanggal 4 Juni 2019, semua dana di dalam MIA/FintechFX telah menjadi 0 (nol) semua, dan para militan MIA ataupun pemain money game yang masih bersikukuh di MIA sekarang mungkin gigit jari semua (sudah kami beritahu sebelumnya tetapi tidak percaya, dan malah marah-marah. Nah, ini akibatnya,”

Dilansir dari Berita Forex, manajemen MIA mengklaim bahwa servernya terkena hack, sehingga melakukan trade seenaknya, bahkan memakai lot super besar dan berakhir dengan loss. Percaya atau tidak?

Memang sulit dipercaya. Bisa jadi itu hanyalah sebuah alasan dalam skenario mereka untuk menenangkan orang-orang yang galau karena kehilangan uang yang diinvestasikan. Bisa jadi skenarionya dana dari para nasabah sudah masuk ke kantong si bandar FintechFC, lalu dibakukan kepada para bos MIA kemudian. Jika itu terjadi, artinya MIA Fintech terbukti 100 persen Scam. Celakanya, jika skenario loss trading yang dipakai, maka secara hukum para nasabah tak bisa menuntut MIA. Sebab, teknik copy trade dan loss adalah hal wajar di mata hukum forex.

Baca Juga  Daftar Alamat Kantor Broker di Bandung (2)

Pertanda MIA FintechFX di Ambang Kejatuhannya

Sempat ada program baru yang dilundurkan MIA, di mana mereka memberikan return lebih tinggi dari biasanya, bahkan diklaim juga mengelola bisnis tambang beberapa bulan sebelum dinyatakan Scam. Itulah salah satu tanda-tanda MIA berada di ambang kejatuhannya.

MIA jatuh setelah sekitar dua tahun beroperasi di Indonesia. Sejak awal, mereka sudah diprediksi tak akan bertahan lama. Analisanya, Jensen Choong si boss MIA punya banyak nama samaran yang berubah-ubah. Jika diamati, aktivitas tradingnya juga tidak transparan. Selain itu, hasil trading mengalami proses editting agar terlihat profitable. Terakhir, mereka menggandeng FintechFX yang disebut-sebut sebagai perusahaan broker forex abal-abal. Namun, ada saja orang-orang yang tetap bersikeras menyebut MIA masih aman untuk berinvestasi.

Mustahil Jatuhnya MIA karena Hacker

Jika dianalisa, mustahil jika jatuhnya MIA ini karena hacker. Andai saja benar server MIA dihack sehingga berakibat Loss, tentu secara logika, uang para nasabah tetap tidak kembali.

Faktnya, broker asal Australia lainnya, seperti Axi, CMG, FXCM Australia, Royal, Gomarket, dan lain-lain dalam kondisi baik-baik saja. Broker-broker itu tidak mengalami false order. Broker FintechFX sendiri sebenarnya juga aslinya bukan dari Australia, yang bisa diketahui dari website-nya, fintechfx.com. Di sana disebutkan FintechFX berasal dari negara St.Vincent and the Grenadines (negara offshore/antah brantah).

Baca Juga  Keuntungan Trading di Broker International Business Futures

Kalaupun si hacker bisa meretas Metatrader punya FintechFX, seharusnya dia bisa juga menghack semua Metatrader broker lainnya. Jika hal itu terjadi, tentunya akan berpengaruh besar terhadap seluruh perusahaan broker forex di belahan dunia. Buktinya, perusahaan forex lainnya aman-aman saja.

Sekadar untuk diketahui, tidak mudah menghack broker forex, apalagi jika dana nasabah disimpan dengan sistem segregated account (akun terpisah). Jadi, sebenarnya ketika ada masalah, broker tinggal melakukan konfirmasi ke bank yang ditunjuk bersama regulator yang menaungi. FintechFX mengaku sebagai broker di bawah regulator ASIC (Australia), yang terbukti tidak mengkonfirmasi mengenai akun-akun yang diklaim oleh si broker.

Mempersiapkan Tabungan Dana Pensiun

3 Cara Mempersiapkan Tabungan Dana Pensiun

Peluang Usaha Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Usaha Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19