in

Perekonomian Indonesia di Tangan Presiden BJ Habibie

Perekonomian Indonesia di Tangan Presiden BJ Habibie
Perekonomian Indonesia di Tangan Presiden BJ Habibie (C) FAJAR.CO.ID

Presiden BJ Habibie merupakan Presiden ketiga Republik Indonesia, pasca-lengsernya Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto. Ketika menjabat sebagai presiden pertama di era reformasi, ia mewarisi sejuta masalah perekonomian Indonesia yang carut-marut.

Tentunya, pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936 itu dituntut mengembalikan kesejahteraan rakyat yang semakin menurun di era krisis moneter. Banyak langkah strategis, terutama di bidang ekonomi yang sudah dilakukannya demi memperbaiki perekonomian Indonesia.

Perusahaan Swasta Versus Tuntutan Karyawan

Banyak perusahaan swasta yang mengalami kerugian yang tidak main-main, sejak krisis moneter yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997. Lebih peliknya, perusahaan-perusahaan tersebut harus menghadapi tuntutan para karyawan mereka.

Krisis moneter menuntut rakyat kecil, utamanya kaum buruh atau pekerja swasta memiliki banyak uang demi menyelamatkan ekonomi rumah tangga mereka. Situasi ini membuat tuntutan kepada perusahaan agar menaikkan gaji mereka meninggi. Sementara, perusahaan-perusahaan swasta itu sedang merugi, yang menyebabkan pihak perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya untuk membayar gaji dan upah para pekerja.

Akhirnya, banyak perusahaan swasta yang memutuskan untuk mengurangi tenaga kerja sebagai langkah mengurangi pengeluaran. Alhasil, terjadilah banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Banyaknya korban PHK ini mau tak mau menjadi tanggungan pemerintahan Presiden BJ Habibie kala itu.

Baca Juga  Mengenal PT Regio Aviasi Industri yang Didirikan BJ Habibie

Minimnya Persediaan Sembako

Menipisnya persedian sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran sejak pertengahan tahun 1997 di pasaran membuat kondisi perekonomian Indonesia semakin memburuk. Tak ayal, harga-harga barang pun semakin naik tak terkendali. Lebih miris lagi, kelaparan dan kekurangan makanan bergizi meraja-lela.

Langkanya sembako ini disebut-sebut tak lepas dari kesalahan Pemerintah Orde Baru yang memiliki tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai negara industri. Tujuan itu sayangnya tak dibarengi dengan mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat yang merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang tergolong masih rendah. Celakanya, langkah itu justru membuat bertambahnya golongan masyarakat miskin di Indonesia yang menjadi beban pemerintah dalam mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

20 juta untuk beli iPhone atau investasi

Tertarik Tanam Saham di Apple Sampai Microsoft? Begini Caranya!

kekurangan BPJS

Berikut Kelebihan & Kekurangan BPJS yang Perlu Anda Tahu! (Part 2)