in

Bukan Hanya Pariwisata, Sektor Pertanian Juga Merugi Karena Virus Corona

Luhut Binsar Pandjaitan
(C) shutterstock

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kerugian akibat meluasnya wabah virus corona tak hanya menghantam sektor pariwisata. Menurut dia, kerugian turut dirasakan oleh industri pertanian dan perdagangan.

“Dampak corona very very bad,” katanya Luhut Binsar Pandjaitan dilansir dari Tempo.

Luhut menjelaskan, kerugian akibat penurunan kinerja ekspor dan impor sektor pertanian tak beda jauh angkanya dengan potensi kerugian pariwisata. Sebab selama ini potensi ekspor terbesar Indonesia adalah Cina. Indonesia rutin mengirimkan produk buah-buahan.

Kondisi ini pun diproyeksikan dapat berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terimbas perlambatan ekonomi Cina yang mungkin dikoreksi hingga 3 persen dari semula 6 persen.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan Andi Basalama mengatakan ekspor komoditas ke Cina dari daerahnya saat ini beranjak lesu. Pada Januari 2019, nilai ekspor komoditas ke Cina tercatat US$ 14 juta. Sedangkan pada Januari 2020 melemah menjadi US$ 12 juta.

“Kami biasa ekspor rumput laut, nikel, kakao, udang, merica, kacang mede, telur ikan terbang, ikan laut, dan klinker,” tuturnya.

Baca Juga  e-Wallet JP Morgan: Terobosan untuk e-Commerce

Di sektor pertanian, pemerintah saat ini tengah mencari ceruk negara pengimpor selain Cina untuk komoditas bawang putih.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengakui impor bawang putih saat ini memang didominasi Cina, yakni memakan porsi 90 persen dari total impor komoditas pertanian dari Negeri Tirai Bambu itu.

Adapun negara-negara yang dibidik ialah India, Mesir, dan Iran. Selain itu, Syahrul menyatakan bakal memaksimalkan produksi panen bawang putih dalam negeri.

Ia memastikan stok bawang putih di dalam negeri masih aman. “Stok bawang putih yang ada saat ini masih aman sampai dua bulan. Stok itu akan segera kami distribusikan,” ujar Syahrul di kantornya, Jakarta Selatan, kemarin.

Stok bawang putih yang siap diedarkan di pasaran hari ini berjumlah 55 hingga 65 ribu ton. Adapun rata-rata konsumsi bawang putih di Indonesia tiap bulan tercatat 45 hingga 47 ribu ton.

Baca juga: 4 Investasi Safe Haven Selama Corona Belum Mereda

Membaca Trading Forex Yang Lebih Profitable

Perbedaan trader sukses dan gagal

Psikologi Pasar Trading Dan Pemahamannya